Bagikan:

Terkendala Verifikasi, Insentif Ratusan Nakes di Aceh Belum Dibayarkan sejak Januari

”Di sini seperti kita bilang tadi karena kasusnya tidak banyak, kemudian kasusnya juga sedikit dan verifikasi yang dilakukan tidak secepat di sana"

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 20 Agus 2021 15:26 WIB

Terkendala Verifikasi, Insentif Ratusan Nakes di Aceh Belum Dibayarkan sejak Januari

ilustrasi tenaga kesehatan

KBR, Lhokseumawe – Insentif ratusan tenaga kesehatan di Provinsi Aceh, belum dibayar sejak Januari 2021 lalu.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Lhokseumawe, Said Alam Zulfikar, hal itu disebabkan lambannya verikasi kelengkapan administrasi pencairan dana tersebut.

Dinkes Lhokseumawe berkomitmen menyelesaikan pembayaran insentif itu, namun setelah tenaga kesehatan melengkapi dokumen penanganan covid-19 di puskesmas masing-masing.

”Di sini seperti kita bilang tadi karena kasusnya tidak banyak, kemudian kasusnya juga sedikit dan verifikasi yang dilakukan tidak secepat di sana (luar Aceh-red). Jadi, intinya tidak sangkut paut dengan anggaran, jumlah besar uangnya seberapa banyak dibutuhkan. Pemerintah cukup menyediakan anggaran itu di-refocusing sama anggaran Kementerian Kesehatan,” jelas Said Alam Zulfikar kepada KBR, Jumat (20/8/2021).

Said Alam Zulfikar menambahkan, setiap tenaga kesehatan akan memperoleh insentif sebesar Rp5 juta.

”Uang Rp 5 juta itu khusus untuk 1 orang tenaga kesehatan, dengan catatan dirinya mengangani 4 kasus covid-19. Mereka juga diharuskan melakukan pemantauan, keliling ke desa-desa, ” jelasnya.

Data Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh menyebut, sebanyak 10 kabupaten/kota yang belum membayarkan insentif bagi tenaga kesehatan.

Di antaranya Kota Lhokseumawe, Sabang, Gayo Lues, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Simeulue, Aceh Tenggara, Pidie, dan Kabupaten Aceh Jaya.

Sementara data terkonfirmasi positif covid-19 di Aceh sejak muncul Maret 2019 lalu berjumlah 28.547 orang. Sebanyak 5.814 orang dirawat di rumah sakit, 21.521 orang sembuh, dan 1.212 orang meninggal.


Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kemarau Tiba, Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan