Apa Itu Kawasan Khusus Ekonomi untuk Eks Napi Terorisme?

Kawasan ini akan menjadi tempat bagi eks napiter untuk menjalani proses reintegrasi sosial.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 27 Agus 2021 13:55 WIB

Kawasan Khusus Ekonomi Eks Napi Terorisme di Banyuwangi.

Ilustrasi kawasan pertanian di Banyuwangi. Foto: ANTARA

KBR, Banyuwangi- Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah menyambut baik rencana pengembangan Kawasan Khusus Terpadu Nusantara (KKTN) berbasis ekonomi di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Program itu digagas oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Pembentukan KKTN ini merupakan program deradikalisasi yang berkonsep pembangunan kesejahteraan bagi eks napiter. Kawasan ini akan menjadi tempat bagi mereka untuk menjalani proses reintegrasi sosial.

Sugirah mengatakan, pemerintah daerah selalu siap mendukung program dari pusat termasuk program BNPT. Di Banyuwangi sendiri berbagai program pencegahan terorisme telah intens dilakukan. Salah satunya lewat program "Santri Pintar". Selain itu Pemerintah Banyuwangi juga terus berupaya merawat kerukunan antar-umat bergama.

Baca juga: Membaca Eksistensi Teroris Perempuan dengan Analisis Gender

Kawasan Khusus Terpadu Nusantara

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berencana mengembangkan Kawasan Khusus Terpadu Nusantara (KKTN) berbasis ekonomi di Kabupaten Banyuwangi.

Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengatakan kawasan tersebut disiapkan untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan terpengaruh paham terorisme dan bekas narapidana terorisme (eks napiter).

Saat ini, BNPT tengah menjajaki potensi-potensi usaha di bidang kelautan dan perikanan yang menjadi mitra kerja sama di Banyuwangi.

Mereka akan diperdayakan untuk melakukan berbagai aktivitas ekonomi. Seperti pertanian, perikanan, peternakan, maupun perkebunan. Semua kegiatan itu nantinya akan dilakukan membaur dengan masyarakat.

"Jawa Timur merupakan satu dari lima provinsi pada pilot project program deradikalisasi di luar lapas, dan ini sudah ditetapkan secara nasional. Dan program di bidang di luar lapas ini adalah konsep yang kita bentuk di lingkup ini adalah membentuk Kawasan Terpadu Nusantara," ujar Boy Rafli Amar di Banyuwangi, Kamis, (26/8/2021).

Deradikalisasi merupakan program yang bertujuan menetralkan pemikiran-pemikiran radikalisme. Sasarannya, para teroris yang ada di dalam lapas maupun di luar lapas, sehingga mereka bisa kembali lagi ke tengah masyarakat.


Editor: Sindu


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Digelar?

Kabar Baru Jam 8

Wisata Sehat di Tengah Pandemi

Desa Wisata Tak Kehilangan Pesona