Gempa Dompu NTB Rusak 600-an Rumah

BPBD Kabupaten Dompu hingga saat ini masih terus melakukan pendataan kerusakan akibat gempa.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 03 Agus 2016 07:46 WIB

Author

Agus Lukman

Gempa Dompu NTB Rusak 600-an Rumah

Peta lokasi gempa Dompu NTB, 1 Agustus 2016. (Foto: BMKG.go.id)

KBR, Jakarta - Sedikitnya 682 unit rumah di Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat rusak diguncang gempa pada Senin (1/8/2016) lalu.

Gempa dangkal terjadi sekitar pukul 06.40 waktu setempat, berkekuatan 5,7 Skala Richter dengan pusat gempa berada di 63 arah barat laut Kabupaten Dompu dengan kedalaman 22 kilometer di bawah permukaan laut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu hingga saat ini masih terus melakukan pendataan kerusakan akibat gempa.

Dari informasi yang dirilis Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, saat ini data sementara tercatat ada 682 rumah rusak dengan rincian 91 rumah rusak berat, 85 rusak sedang dan 516 rumah rusak ringan.

Selain rumah, sebanyak 27 unit bangunan fasilitas umum juga mengalami kerusakan bervariasi. Gempa Dompu juga menyebabkan empat orang luka ringan. Gempa pada Senin malam lalu juga menyebabkan letusan Gunung Rinjani hingga menyebabkan penutupan sementara Bandara Internasional Lombok.



BNPB mencatat daerah yang mengalami banyak kerusakan bangunan terdapat di enam desa yaitu Desa Nangamero, Desa Kadindi Barat, Desa Pekat, Desa Calabay, Desa Kadindi Timur dan Desa Karubu di Kecamatan Pekat, Dompu.

Saat ini pemerintah daerah tengah menangani para pengungsi yang menjadi korban akibat rumah mereka rusak. Diantaranya dengan menyalurkan ratusan dus makanan instan dan lebih dari seribu kilogram beras. Pemerintah daerah juga mendirikan posko dan dapur umum.


Pasca gempa dan letusan Gunung Rinjani, aktivitas gunung dengan puncak kawah Barujari kini mulai normal. BNPB menyatakan tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik dan kegempaan. Tidak ada erupsi susulan setelah sebelumnya meletus mengeluarkan abu vulkanik.

Bandara Internasional Lombok juga sudah beroperasi normal sejak Selasa (2/8/2016) pukul 08.00 waktu setempat. Otoritas bandara telah membersihkan abu vulkanik di bandara. Aktivitas penerbangan telah normal kembali.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap