Bagikan:

Pemkota Klaim Perda Miras di Ternate Sanggup Turunkan Aksi Kejahatan

Hal itu dapat dilihat dari grafik kejahatan yang tercatat di kepolisian setempat yang menunjukan tingkat kejahatan kian menurun setelah perda itu benar-benar diterapkan.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 06 Agus 2015 13:41 WIB

Pemkota Klaim Perda Miras di Ternate Sanggup Turunkan Aksi Kejahatan

Ilustrasi pemusnahan minuman beralkohol

KBR, Ternate- Pemerintah Kota Ternate menyebut Peraturan Daerah tentang pembatasan minuman beralkohol mampu menurunkan aksi kriminal. Kepala Dinas Perdagangan Kota Ternate, Arief Gani mengatakan, hal itu dapat dilihat dari grafik kejahatan yang tercatat di kepolisian setempat yang menunjukan tingkat kejahatan kian menurun setelah perda itu benar-benar diterapkan. Keberhasilan perda tersebut kata dia, juga disebabkan koordinasi yang baik antara jajaran pemkot dengan aparat kepolisian.

"Untuk Kota Ternate sendiri melarang, Peraturan Daerahnya melarang, pemerintah kota selalu bekerja sama dengan pihak kepolisian menyita semua yang masuk, baik itu bir maupun cap tikus yang sering ditangkap itu langsung dimusnahkan. Dari sisi moralitas sangat menguntungkan karena dengan berkurangnya peredaran minuman keras (Miras) yang ilegal ini kan dengan sendirinya mengurangi angka-angka kenakalan, nah itu bisa kita lihat di data statistik di Polres banyak kenakalan, tauran, perkelahian disebabkan oleh Miras, dengan tidak adanya itu kita bisa melihat sendiri kondisi semakin kondusif," katanya.

Ia menambahkan, semakin amannya Kota Ternate dipastikan memiliki dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi. Sebab, investor tidak ragu untuk menginvestasikan modalnya di Kota Ternate. Selain itu kebutuhan masyarakat akan rasa aman dan nyaman dapat tercapai.

Editor: Bambang Hari

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Gamophobia Bikin Sulit Jalin Hubungan

Kabar Baru Jam 7

Benarkah Proyek Food Estate Gagal?

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Most Popular / Trending