KBR68H, Jayapura- Pangkalan Angkatan Laut X Jayapura, Papua, mengklaim tak menyiapkan pengamanan khusus untuk isu kedatangan Kapal Freedom Flotilla yang berisi puluhan aktivis Papua Merdeka.
Komandan Lantamal X Jayapura, I Gusti Putu Wijamahaadi menuturka, sampai saat ini pihaknya tetap melakukan patroli rutin dengan menggunakan tiga kapal, diantaranya KRI Slamet Riyadi dan KRI Sultan Nuku di perairan Merauke dan sekitarnya.
Pihaknya memprediksi Kapal Flotilla akan berlayar di jalur internasional seperti kapal asing lainnya, dengan batasan 12 mil dari Pantai Indonesia.
Namun jika kapal tersebut tetap nekat masuk ke perairan Indonesia melebihi batas 12 mil itu, maka pihaknya akan memproses sesui dengan hukum yang berlaku.
“Dia akan berlayar, jalan terus tidak boleh berhenti, sampai dia keluar dari wilayah kita, tidak melakukan manuver atau kegiatan selama di jalur kita. Indonesia kan negara kepulauan, kita mempunyai, istilahnya memberikan jalur internasional. Jadi diijinkan, selama 12 mil, silahkan berlayar. Tapi begitu dia masuk 12 mil, tanpa persetujuan ya terpaksa kita akan giring mereka,” ujarnya.
Komandan Lantamal X Jayapura, I Gusti Putu Wijamahaadi menambahkan, Kapal Freedom Flotilla dalam berlayar di jalur internasional itu juga tidak dapat menghentikan kapalnya di sekitaran perairan Indonesia ataupun membuang sauh dan melakukan aktifitas lainnya. Sebab jika rombongan itu melakukan hal tersebut, maka telah menyalahi aturan kelautan dan dapat diproses hukum.
Sebelumnya dikabarkan 50-an aktivis Papua dan Australia dengan menggunakan tiga buah kapal layar, akan bersandar di Bumi Cenderawasih. Para aktivis itu mengklaim kedatangannya untuk tujuan sosial dan budaya. Namun isu yang berkembang di masyarakat setempat menyebutkan kedatangan para aktivis ini untuk kampanye Papua merdeka. (Katharina Lita)
Editor: Anto Sidharta
Kiat Sederhana TNI AL Hadapi Freedom Flotilla
Pangkalan Angkatan Laut X Jayapura, Papua, mengklaim tak menyiapkan pengamanan khusus untuk isu kedatangan Kapal Freedom Flotilla yang berisi puluhan aktivis Papua Merdeka.

Kamis, 22 Agus 2013 14:04 WIB


TNI AL, Freedom Flotilla
Kirim pesan ke kami
WhatsappBERITA LAINNYA - NUSANTARA
Muhammadiyah Minta Densus 88 Tindak Kasus Terorisme Sesuai Prosedur
Selain terorisme, ada berbagai isu lain yang dibahas...
Aktivis Anti-Tambang Budi Pego Kembali Ditahan, Kuasa Hukum Ajukan PK
“Di pertimbangan dalam putusan kasasi itu, banyak pertimbangan yang menurut kami sesat. Sehingga perlu dijadikan dasar kehilapan hakim dalam memberikan putusan yang keliru."
KAI Yogyakarta Tekan Laka Lantas dengan Motis
Program Motis bertujuan agar jumlah kendaraan roda dua dan angka kecelakaan di jalan saat mudik Idulfitri 1444 hijriyah dapat ditekan.
Upah Ratusan Perawat di Kabupaten Cirebon di Bawah Standar, Ada yang Rp300 Ribu per Bulan
Perawat di Kabupaten Cirebon yang bekerja di fasilitas kesehatan milik pemerintah sendiri hingga kini masih ada yang diupah atau menerima honor sebesar Rp300 ribu per bulan.
Tomat, Sawi, Kubis dan Cabai Rusak Kena Abu Merapi
"Kami juga meminta ke petani agar panen lebih cepat agar tanaman tidak rusak," jelasnya.
BPBD Jateng: Abu Vulkanik Merapi Ganggu Pernapasan
Dikatakannya, banyak warga masih memilih bertahan di rumah dengan penggunaan masker untuk mencegah gangguan pernapasan akibat debu vulkanik.
Tolak Aktivitas Tambang, Warga Rembang Blokir Jalan
Warga memasang poster tuntutan, sebelum ada musyawarah, penambangan berhenti total, apapun alasannya.
Induk Harimau Ditemukan Mati Terjerat di Aceh Selatan
"Ada jerat yang melekat di lehernya. Biasanya itu digunakan untuk menjerat babi, karena itu berada di kebun masyarakat,”
Gagal Ginjal Akut, DPR Dorong Pemerintah Tindaklanjuti Rekomendasi Komnas HAM
"Yang paling penting adalah tidak sebatas soal minta maaf, tapi bagaimana masa depan anak-anak yang sakit itu."
Kuasa Hukum Korban: Pemerintah Harus Tanggung Hidup Korban Gagal Ginjal Akut Anak
"Yang harus dilakukan pemerintah adalah bukan cuma pengobatan, hidup mereka itu, seumur hidup mereka harus ditanggung oleh negara."
Erupsi Gunung Merapi, 5 Wilayah di Jateng Terdampak Abu Vulkanik
"Tolong tetap waspada dan jauhi daerah rawan,"
Masih Dikaji, Terowongan Bawah Laut Hubungkan Balikpapan-IKN
Yang terowongan bawah laut itu kan sebenarnya salah satu bentuk infrastruktur yang diputuskan supaya pembangunan jalur tol itu tidak merusak lingkungan.
JPU KPK: Wakil Ketua DPRD Jatim Terima Suap 39,5 Miliar
Uang suap itu diberikan untuk mendapatkan hibah kelompok masyarakat (pokmas) selama 2020 hingga 2024.
Polda Jateng Usut 6 Kasus Tambang Ilegal
"Tersangka dari kasus tambang Magelang sedang diproses,"
Ketemu Jokowi, Nelayan Tarakan Mengeluh Sulit Dapat Solar Subsidi
"Ini tadi yang langsung saya telepon kementerian untuk menyelesaikan keluhan dari para nelayan," kata Jokowi.
Siswa Wajib Masuk Sekolah Jam 5 Pagi, P2G Kritik Kebijakan Pemprov NTT
Belum ada kendaraan umum di waktu sepagi itu. Pada akhirnya siswa jalan kaki. Dalam kondisi jalan masih sepi dan langit masih gelap, kata Satriawan, siswa berpotensi jadi korban kriminalitas.
Dua Anggota Brimob di Merauke Diduga Aniaya Warga
Akibat penyaniayaan tersebut, korban mengalami memar pada bagian mata kanan, dan masih dirawat hingga kini.
Diduga Aniaya Warga Hingga Tewas, POM AL Merauke Selidiki Anggotanya
"Saya memohon maaf atas adanya musibah ini. Nanti untuk kepastiannya tentunya perlu ada investigasi dari Polisi Militer."
Pembebasan Pilot Susi Air Tunggu Hasil Negosiasi Pemkab Nduga
"Semua pasukan sudah insert ke Kabupaten Nduga. Tinggal terserah Egianus."
Ledakan di Blitar, Polisi Temukan Tiga Panci Wadah Bahan Peledak
" Kemudian dari daya ledaknya ditemukan tiga panci tapi sudah hancur, kemungkinan di situ tempat menyimpan bubuk black power itu."
Recent KBR Prime Podcast
Kabar Baru Jam 7
Badai PHK dan Tingginya Pengangguran
Kabar Baru Jam 8
Kabar Baru Jam 10
Desakan Bikin Layanan Konsultasi Psikologi di Kampus
Most Popular / Trending