covid-19

Rumah Sakit di Papua Kekurangan Oksigen

Peningkatan kebutuhan oksigen tidak diimbangi dengan pasokan yang cukup.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 19 Jul 2021 15:05 WIB

Rumah Sakit di Papua Kekurangan Oksigen

Ilustrasi seorang pekerja mendata tabung oksigen di Stasiun Pengisian Oksigen, di Sleman, DIY, Kamis (8/7/21). Foto: ANTARA

KBR, Jayapura- Sejumlah rumah sakit milik pemerintah dan swasta di Papua mulai kekurangan oksigen untuk kebutuhan pasien Covid-19. Hal itu terjadi lantaran kasus penularan virus korona di Bumi Cenderawasih, terus naik selama beberapa pekan.

Kepala Dinas Kesehatan Papua, Robby Kayame mengatakan kelangkaan terjadi seiring meningkatnya kebutuhan oksigen di rumah sakit. Menurutnya, peningkatan kebutuhan itu tidak diimbangi dengan pasokan yang cukup.

Kata dia, permintaan tabung oksigen dari rumah sakit mencapai 233 tabung. Namun, tidak semua bisa dipenuhi, karena produksi oksigen di sana dalam sehari hanya 200 tabung.

Pemprov Papua telah memerintahkan dinas kesehatan setempat, segera mencari solusi guna memenuhi kebutuhan oksigen di setiap rumah sakit.

"Rumah rumah sakit ini, kekosongan atau kekurangan oksigen. Kami sudah lakukan koordinasi dengan Bapak Gubernur melalui Bapak Sekda Papua. Kemudian, kami juga telah koordinasi di (dengan) kabupaten atau rumah rumah sakit yang stok oksigennya banyak, penderitanya bahkan tidak ada. Bagaimana relokasi, pergeseran oksigen ke daerah yang membutuhkan," kata Robby Kayame, Senin (19/7/2021).

Minta Bantuan Pusat

Kepala Dinas Kesehatan Papua, Robby Kayame mengaku telah berkoodinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), agar dapat membantu mengatasi kekurangan oksigen di Papua.

Kata dia, rumah sakit yang saat ini paling banyak membutuhkan pasokan oksigen adalah yang berada di Kota Jayapura, dan Kabupaten Jayapura. Sebab, di sana pasien korona terus meningkat setiap hari.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Papua mencatat selama Juli 2021, jumlah kasus aktif bertambah sekira 224 orang per hari. Jumlah ini meningkat sekitar 306,6 persen, dibandingkan periode Juni 2021, yakni rata-rata 60 kasus setiap hari.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Layanan Identitas Kependudukan bagi Kelompok Transpuan

Kabar Baru Jam 8

Seruan untuk Lindungi Nakes di Daerah Rawan

Kabar Baru Jam 10