Dampak PPKM, Ratusan Pedagang di Rembang Setop Berjualan

Jika tetap berjualan, hasilnya tidak sebanding dengan pengeluaran atau modal.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 06 Jul 2021 12:49 WIB

Author

Musyafa

Dampak PPKM, Ratusan Pedagang di Rembang Setop Berjualan

Suasana Alun-Alun Kota Rembang saat malam hari. Kebijakan PPKM membuat jumlah pedagang yang berjualan di alun-alun menurun. Foto: Musyafa/KBR.jpg

KBR, Rembang- Ratusan pedagang di Kabupaten Rembang, Jawa tengah berhenti berjualan, akibat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sudah beberapa kali diterapkan pemerintah.

Di kawasan Alun-Alun Rembang misalnya, sebagian besar pedagang tak lagi beraktivitas.

Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-Alun Rembang, Djumadi, menjelaskan pada kondisi normal, setiap malam terdapat 110 orang pedagang beroperasi.

Namun setelah muncul kebijakan PPKM, dan pembatasan jam operasional, jumlah pedagang yang berjualan semakin menurun drastis. Ia memperkirakan tidak sampai 30 orang.

"Termasuk warung-warung kecil. Jumlah segitu kalau enggak ada masalah," ungkapnya, Senin malam (05/07/2021).

Alasannya menurut Djumadi, jika tetap berjualan, hasilnya tidak sebanding dengan pengeluaran atau modal.

"Soalnya harus mbayari pekerja juga, katakanlah per orang rata-rata Rp50 ribu. Saat warung ditutup jam sembilan malam saja sudah sepi, apalagi ini dibatasi jam 8 malam, malah tambah sepi," imbuh Djumadi.

Ganti Profesi

Lelaki asal Desa Pandean, Rembang ini juga memilih berhenti berjualan sekira 2 pekan yang lalu. Ia sekarang banting setir ke pekerjaan lamanya sebagai nelayan.

"Saya melaut berangkat sore, pulang pagi. Kebetulan saya jadi nelayan sejak tahun 1985 lalu. Mau gimana lagi mas," keluhnya.

Djumadi yang biasanya berjualan nasi uduk dan ayam goreng di sebelah timur alun-alun ini mengaku akan berjualan lagi jika kondisi perekonomian sudah normal.

"Soalnya kalau sekarang jualan, kasihan istri, malah pikiran terus. Mendingan saya banting setir dulu, jadi nelayan. Biar enggak lupa dengan kerjaan yang dulu. Tapi, saya enggak kebayang dengan nasib teman-teman yang enggak punya pekerjaan lain," tutur Djumadi.

Janji Pemerintah

Djumadi memahami kebijakan PPKM Darurat yang dilakukan pemerintah, dan bakal mengikuti aturan tersebut. Namun, ia berharap pemerintah juga menggulirkan solusi, guna meringankan beban pedagang. Mengingat janji pemerintah akan menyalurkan pinjaman tanpa bunga kepada para PKL.

"Belum ada kompensasi apa-apa. Pinjaman tanpa bunga untuk modal usaha yang pernah dijanjikan pemerintah, juga belum terealisasi," pungkasnya.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Lambannya Pencairan Bansos di masa PPKM Darurat

Kabar Baru Jam 8

Platform Para Pekerja untuk Saling Berbagi

Kabar Baru Jam 10