Warga dan Bentangan Spanduk Sambut Pemakaman Santoso

Jenazah pimpinan kelompok Mujahiddin Indonesia Timur (MIT), Santoso alias Abu Wardah yang tewas ditembak aparat Satuan Tugas Operasi Tinombala akhirnya dimakamkan di Dusun Landangan, Poso.

BERITA | NUSANTARA

Sabtu, 23 Jul 2016 17:35 WIB

Author

Aldrimslit Thalara

Warga dan Bentangan Spanduk Sambut Pemakaman Santoso

Ribuan warga mengantar jenazah Santoso ke tempat pemakaman umum di dusun Landangan desa Lantojaya Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. (Foto: KBR/ Aldrim Thalara)

KBR, Poso - Jenazah pimpinan kelompok Mujahiddin Indonesia Timur (MIT), Santoso alias Abu Wardah yang tewas ditembak aparat Satuan Tugas Operasi Tinombala akhirnya dimakamkan di Dusun Landangan, Desa Lantojaya, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Kepolisian Daerah Sulawesi menyerahkan jenazah Santoso ke pihak keluarga pada pukul 10.00 Wita di Palu. Selanjutnya, jenazah dibawa ke Poso melalui jalan darat, dan tiba di rumah duka sekitar pukul 12.30 Wita. Ribuan warga lantas menyambut kedatangan jenazah lelaki yang lebih dari empat tahun ini menjadi buronan.

Sebuah spanduk penyambutan bertuliskan "Selamat Datang Syuhada Poso, Santoso alias Abu Wardah" terpampang di depan rumah ibu kandung Santoso. Pada spanduk itu, tampak foto Santoso sedang menenteng senjata.

Sejak pukul 09.00 Wita, warga sudah menyemut di areal sekitar pemakaman. Mereka berasal dari berbagai wilayah di antaranya kecamatan Poso Pesisir, Poso Utara, dan Dari Kota Palu, Morowali dan Tojo Unauna. Selain keluarga, sebagian besar yang hadir di pemakaman adalah rekan-rekan Santoso.

Baca Juga:

Awak media yang sebelumnya hanya boleh melakukan peliputan di titik-titik tertentu pun akhirnya dipersilakan meliput seluruh proses penjemputan hingga pemakaman jenazah.

Proses pemakaman berjalan lancar dan aman tanpa penjagaan aparat setempat. Juru bicara keluarga Santoso, Supono menganggap kematian Santoso akibat perbuatan pihak yang tak tak bertanggung jawab.

"Saya saudara dari Santoso menyatakan bahwa santoso adalah seorang Mujahid, seorang pejuang Islam, yang selama ini didzolimi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab." ujar Supono di Poso, Sabtu (23/7/2016).

Santoso dan Mukhtar tewas dalam kontak senjata antara Satuan Tugas Operasi Tinombala 2016 dan kelompok bersenjata pada Senin, 18 Juli 2016. Sedangkan 19 orang lainnya masih diburu, termasuk Basri alias Bagong dan Ali Kalora beserta tiga perempuan.

Baca Juga:

Santoso menjadi buronan sejak 2012 silam lantaran diduga terkait sejumlah peledakan bom dan penembakan misterius di Kota Palu dan Poso, Sulawesi Tengah. Santoso lantas membentuk Mujahiddin Indonesia Timur. Dia menjadikan Gunung Biru, Tamanjeka, Poso Pesisir Utara, hingga Lembah Napu sebagai basis perlawanan.




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Samoa Menetapkan Status Darurat Campak

Laporan Prakiraan Cuaca Sepekan Ke Depan Dari BMKG

Bakal Eksklusif, Masuk Pulau Komodo Mesti Pakai Membership?

Kabar Baru Jam 8