covid-19

Hujan Lebat, Dilarang Mendekat Kawah Gunung Ijen

"Pada saat hujan gas-gas beracun tak bisa terurai ke udara. Terlebih lagi hujan terjadi pada malam hari," kata Juru bicara BPBD Banyuwangi Eka Muharram.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 27 Jul 2016 15:59 WIB

Hujan Lebat, Dilarang Mendekat Kawah Gunung Ijen

Sejumlah wisatawan mengenakan jas hujan saat mendaki di Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (27/7). (Antara)



KBR, Banyuwangi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) III Jawa Timur masih memberlakukan buka-tutup di obyek wisata Gunung Ijen. Penutupan jalur hanya dilakukan saat curah hujan tinggi.

Juru Bicara BPBD Banyuwangi, Eka Muharram mengatakan hujan lebat dapat menyebabkan gas-gas beracun seperti sulfur dioksida (S02), karbon dioksida (C02) dan asam sulfat (H2S) di kawah Gunung Ijen meningkat. Hal itu disebabkan pada saat hujan gas-gas beracun tersebut tak bisa terurai ke udara. Terlebih lagi hujan terjadi pada malam hari. Hal itu sangat memabahayakan wisatawan.

"Tidak boleh masuk ke Gunung Ijen pada saat malam hari. Malam hari itu memang sangat membahayakan karena kerapatan udara tinggi. Apabila ditambah lagi dengan hujan yang sangat lebat udara akan semakin rapat, dan itu sangat membahayakan pengunjung. Jadi kita sudah sepakat dengan BKSDA, PPGA Ijen, BPBD dan Dinas Pariwisata untuk memberikan pengamanan kepada pengunjung," kata Eka Muharram, Rabu (27/7/2016).

Juru Bicara BPBD Banyuwangi Eka Muharram mengimbau pendaki untuk tidak mendekati kawah tempat keluarnya gas-gas vulkanik yang mengandung racun.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga diharapkan mengutamakan keselamatan pengunjung dengan memberikan informasi mengenai potensi bahaya Gunung Ijen.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi memprediksi cuaca buruk dan hujan lebat berpeluang terjadi  hingga akhir Juli. Sebelumnya, sepanjang April 2015 obyek wisata Gunung Ijen juga dibuka-tutup karena cuaca buruk.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

UU Cipta Kerja Bermasalah, Formil dan Materiil

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17