Dinkes Solo: Biar Aman, Vaksin Balita Dari Stok Pemerintah

"Nanti kalau ada rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang membeli vaksin dari luar, harus melalui jalur resmi."

BERITA | NUSANTARA

Senin, 25 Jul 2016 18:43 WIB

Author

Yudha Satriawan

Dinkes Solo: Biar Aman, Vaksin Balita Dari Stok Pemerintah

Petugas puskesmas di Solo mengimunisasi balita (Foto: Yudha Satriawan/KBR)



KBR, Solo- Pasca temuan vaksin palsu di berbagai daerah, pemkot Solo memperketat distribusi vaksin imunisasi di berbagai instansi kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Solo, Siti wahyuningsih menjamin vaksin imunisasi yang ada di instansi wilayahnya,  bebas dari vaksin palsu.

Siti berharap minat masyarakat untuk melakukan imunisasi anak balitanya tetap tinggi meski saat ini sedang diguncang peredaran vaksin palsu.

"Untuk ketersediaan vaksin imunisasi di rumah sakit swasta pun, untuk vaksin program tetap mengambil stok vaksin dari pemerintah melalui Dinas Kesehatan. Dan semua fasilitas kesehatan di Solo yang mengambil vaksin wajib/dasar, kita persilakan tetapi yang penting rantai dingin vaksin harus tetap terjaga dengan baik. Jadi harus selalu berkoordinasi dengan dinas kesehatan, untuk memberikan vaksinasi kepada anak-anak," kata dia, Senin (25/07/2016).

"Jadi di Solo sampai sejauh ini aman, tidak ditemukan vaksin palsu, tidak ada masalah seperti yang terjadi di daerah lain. Kalau untuk vaksin program itu semuanya dari pemerintah, nanti kalau ada rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang membeli vaksin dari luar, harus melalui jalur resmi. Kita sudah cek semuanya, data vaksin hingga distributornya, semuanya lewat jalur resmi," tambahnya lagi.

Pemkot Solo mencatat berdasar pada data Pekan Imunisasi Nasional 2016, ada sekitar 35 ribu anak balita usia 0-59 bulan yang menjadi sasaran imunisasi. Fasilitas Kesehatan di Solo ada 17 puskesmas, 4 Rumah sakit pemerintah, dan 10 rumah sakit swasta. Pemkot Solo mengklaim 100 persen balita di Solo sudah mendapat imunisasi melalui PIN 2016 ini.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Aplikasi LAPOR Dinilai Tidak Efektif Tanggapi Laporan Masyarakat

Kabar Baru Jam 15

Perlukah Sertifikasi Pernikahan?