Dalam Tiga Hari, Gelombang Tinggi Laut Selatan Cilacap Telan Tiga Korban

Pencarian korban terganggu gelombang laut setinggi lima hingga enam meter.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 19 Jul 2016 20:05 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Dalam Tiga Hari, Gelombang Tinggi Laut Selatan Cilacap Telan Tiga Korban

Ilustrasi Pantai Setrojenar, Cilacap, Jawa Tengah saat tenang. (Foto: kemendesa.go.id)



KBR, Cilacap – Satu wisatawan dan satu orang nelayan dilaporkan hilang di Laut Selatan Jawa Tengah pada Senin (18/7/2016) malam. Sebelumnya, seorang nelayan juga dinyatakan hilang usai perahunya karam digulung ombak.

Juru bicara Badan SAR Nasional (Basarnas) Pos Cilacap, Saeful Anwar mengatakan wisatawan asal Majenang Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, bernama Atok (32), hilang terseret arus gelombang tinggi di Pantai Setrojenar, Kebumen, Senin sore.

Saat itu, Atok dan keluarganya tengah bermain di pinggir pantai. Mereka tidak menyadari ada ombak besar yang datang dan langsung menyeret Atok.

Pada Senin malam, pukul 20.00 WIB, satu perahu nelayan juga dilaporkan karam diterjang ombak besar di perairan Pantai Ayah. Tiga nelayan yang ada di perahu tersebut ikut tenggalam. Dua orang berhasil menyelamatkan diri, sedangkan satu diantaranya, Misran dinyatakan hilang.

Saeful menjelaskan, Basarnas mengerahkan tiga grup untuk mencari para korban. Namun upaya pencarian Basarnas Cilacap terkendala gelombang tinggi dan cuaca buruk sehingga pencarian dengan perahu tak bisa dilakukan.

Basarnas dibantu potensi tenaga SAR yang ada di wilayah setempat hanya mencari lewat darat.

"Sementara pencarian di semua tiga TKP masih nihil. Kami masih mencari. Kendalanya, sampai saat ini ada ombak dan gelombang  tinggi terutama di Pantai Setrojenar dan Pantai Menganti. Itu yang ombaknya besar. Ketinggian gelombang mencapai lima hingga enam meter. Kita dibagi tiga tim, di semua TKP kita melakukan upaya pencarian," kata Saeful Anwar.

Pada Sabtu, gelombang tinggi Laut Selatan juga menyebabkan perahu nelayan karam di perairan Logending. Seorang nelayan asal Pangandaran dinyatakan hilang. Saeful menjelaskan, hingga saat ini korban atas nama Andi juga belum ditemukan.

Baca: Dua Nelayan Tenggelam Dihantam Gelombang Tinggi Laut Selatan Cilacap

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18