Rawan Macet, Pemudik Diminta Waspadai Simpang Tiga Mengkreng di Jombang

Setiap tahun saat lebaran, kemacetan juga terjadi di jembatan setempat akibat penyempitan jalan dan jembatan.

BERITA | NUSANTARA | NUSANTARA

Minggu, 12 Jul 2015 13:33 WIB

Author

Muji Lestari

Rawan Macet, Pemudik Diminta Waspadai Simpang Tiga Mengkreng di Jombang

Mulai padat Kendaraan. Lintasan Kereta Api di Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang, Minggu (12/7/2015). Foto: Muji Lestari KBR

KBR, Jombang – Memasuki H-5 lebaran, kepadatan kendaraan mudik lebaran di Jombang, Jawa Timur, mulai nampak.  Terutama di jalan nasional Surabaya–Madiun di lintas Jombang yang notabene menjadi jalur utama pemudik.

Sejumlah titik di jalur Lintas Jombang diperkirakan bakal menjadi simpul kecametan arus lalu lintas.

Salah satunya terjadi di simpang tiga Mengkreng. Di sini, ada dua titik lintasan kereta api  di Kecamatan Bandar Kedung Mulyo.

Selain itu, simpang tiga Mengkreng juga merupakan pertemuan arus keluar masuk dari tiga Kabupaten, yakni Jombang, Kediri dan Nganjuk. Sehingga arus keluar masuk kendaraan dari dan arah keluar kota berpotensi besar memicu kemacetan, Minggu (12/07/2015).

Kepala kepolisian Jombang Sudjarwoko mengatakan untuk mengurangi antrian panjang kendaraan di lintasan kereta setempat, polisi sudah berkoordinasi dengan petugas lintasan KA. Kepolisian meminta agar petugas yang berjaga di dua lintasan tersebut tidak terlalu lama menutup palang pintu lintasan, untuk menghindari tumpukan kendaraan yang dimungkinkan dapat menyebabkan kemacetan.

“Kalau kereta api lewat ya ndak bisa, kita harus menuruti aturan yang ditetapkan oleh kereta api karena memang dia itu jalur khusus kereta api. Yang lain memang harus mengalah” Kata Sudjarwoko.

Selain dua lintasan kereta dan simpang tiga Mengkreng,  para pemudik dari arah Pantura menuju Jombang kota, Kabupaten Kediri dan Jawa Tengah juga diminta mewaspadai Jembatan sungai Brantas Ploso.

Di Jembatan Sungai Brantas ini, setiap musim lebaran tiba selalu terjadi kemacetan  akibat penyempitan jalan dan jembatan.

“Kita sudah tempatnya personel disana untuk mengurai kepadatan. Kita lakukan rekayasa lalu lintas dengan memasang kanal jalan. Jadi, ketika padat tidak ada kendaraan yang memotong arah atau menyalib lebih dulu, bisa teratur satu-satu.” Tegas Sudjarwoko.

Sedangkan dari arah Surabaya, yang perlu diwaspadai yakni Jembatan Miagan dan Jembatan Gambiran di Kecamatan Mojoagung. Jembatan ini juga berpotensi terjadi penyempitan atau bottle neck.

Diprediksi, puncak arus mudik di lintas Jombang terjadi pada H-3 atau tiga hari sebelum hari raya. Saat itu puluhan ribu kendaraan pemudik bakal melintas di jalan nasional Surabaya – Madiun lintas Jombang.  

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Jelang 2 Minggu, BagaimanaEvaluasi PSBB ?