Polda NTT Klaim Selamatkan Uang Negara 16,7 Miliar

Kepala Kepolisian NTT Endang Sunjaya mengatakan, sejak Januari hingga Juni ini, kepolisian NTT menangani 74 kasus korupsi.

BERITA , NUSANTARA

Minggu, 05 Jul 2015 13:30 WIB

Author

Silver Sega

Polda NTT Klaim Selamatkan Uang Negara 16,7 Miliar

Ilustrasi Korupsi. Foto: Antara

KBR, NTT - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) mengklaim dalam enam bulan ini berhasil menyelamatkan uang negara Rp16, 7 miliar lebih.

Kepala Kepolisian NTT Endang Sunjaya mengatakan sejak Januari hingga Juni 2015 kepolisian NTT menangani 74 kasus korupsi. Dari puluhan kasus itu 18 kasus masih dalam penyelidikan, 42 kasus penyidikan dan 14 kasus yang sudah P21 atau selesai.

"Jumlah kasus tindak pidana korupsi ditangani oleh Polda NTT selama semester satu tahun 2015 sebanyak 74 kasus. Jumlah penyelidikan 18 kasus, jumlah penyidikan 42 kasus dan jumlah penyelesaian 14 kasus,," kata Endang sunjaya di Kupang Minggu (5/7/2015). 

"Jumlah tersangka yang masih dalam tahap penyelidikan 42 orang dengan total kerugian negara sebesar 12 miliar 171 juta lebih. Jumlah tersangka yang sudah selesai P21 ada 14 orang dengan total kerugian 4 miliar 575  lebih. Jumlah uang negara yang diselamatkan 16 miliar 740 juta lebih," tambah Endang.

Kepala polisi NTT Endang Sunjaya menambahkan tahun lalu kepolisian NTT menangani 91 kasus korupsi, namun hanya 25 kasus yang selesai diproses dengan uang negara yang diselamatkan 2,9 miliar. Dia mengatakan tahun 2013, kasus korupsi yang dilaporkan sebanyak 28 kasus, dan 17 kasus diantaranya selesai diproses.

Editor: Agus Luqman

Berita Terkait

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.