Bagikan:

Lahan Jadi Kendala Pembangunan Pos Perbatasan NTT-Timor Leste

Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Nusa Tenggara klaim masalah lahan masih jadi kendala dalam membangun Pos Lintas Batas Negara Indonesia - Timor Leste.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 24 Jul 2015 13:42 WIB

Author

Silver Sega

Perbatasan NTT - Timor Leste. Foto: Antara

Perbatasan NTT - Timor Leste. Foto: Antara

KBR, Kupang- Badan Pengelola Perbatasan (BPP) Provinsi Nusa Tenggara mengklaim masalah lahan masih jadi kendala dalam membangun Pos Lintas Batas Negara (PBLN) Indonesia-Timor Leste. Kepala BPP NTT, Paulus Manehat mengatakan, pembangunan pos lintas batas belum bisa dilakukan karena masalah lahan belum tuntas. Dia mengatakan pemerintah berencana membangun PLBN di perbatasan Motaain, Motamasin dan Wini. 

"Dalam bulan Juli ini BLN Motaain sudah dibangun oleh Cipta Karya pusat, namun masih ada menunggu penyelesaian lahan yang lebih detail oleh pemerintah daerah. Ya tiga itu Wini dan Motamasin. Seluruhnya dalam proses bulan September ini untuk Motamasin dan Wini itu akan diselesaikan oleh Cipta Karya kementerian PU.  Kalau persoalan lahan itu tanggungjawab pemda. Maka kita melakukan koordinasi untuk bagaimana menyelesaikan lahan itu untuk pembebasan lahan masyarakat sehingga pembangunan itu dapat perhatian," kata Paul Manehat di Kupang, Jumat (24/07).

Kepala Badan Pengelola Perbatasan NTT Paul Manehat menambahkan pos lintas batas yang ada saat ini sudah tidak memadai. Sementara Pos Lintas Batas Negara Timor Leste lata Paul Manehat sangat memadai.

Ujarnya lagi, sudah  mengusulkan dan membuat perencanaan dalam pembangunan kawasan perbatasan, tetapi kegiatan-kegiatan pembangunan yang bersifat teknis diserahkan ke dinas teknis. Menurut dia, masih banyak fasilitas pendukung di wilayah perbatasan antardua negara itu yang perlu mendapat perhatian pemerintah, termasuk  jalan, jembatan, air bersih dan perumahan penduduk. 

Editor: Dimas Rizky

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Subsidi dan Tata Kelola Pupuk Indonesia

Most Popular / Trending