Bagikan:

Penerimaan Siswa Baru, Sekolah di Kalbar Dilarang Pungut Sumbangan

Alokasi APBD bagi sektor pendidikan oleh pemerintah dinilai cukup membiayai operasional sekolah.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 02 Jul 2015 14:23 WIB

 Penerimaan Siswa Baru, Sekolah di Kalbar Dilarang Pungut Sumbangan

Ilustrasi pendaftaran siswa. Foto: Antara

KBR, Pontianak - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat melarang keras sekolah menarik sumbangan dari siswa saat penerimaan siswa baru tahun ajaran 2015/2016. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Alexsius Akim mengatakan pihaknya telah menyurati para kepala dinas pendidikan di 14 kabupaten/kota untuk melakukan pengawasan ketat terhadap sekolah-sekolah.

Lebih lanjut Alexsius Akim menambahkan, alokasi APBD untuk sektor pendidikan dinilai memadai bagi operasional sekolah. Sehingga, pihak sekolah tidak perlu melakukan pungutan sumbangan dari orangtua siswa. Pihaknya akan menindak tegas sekolah yang ketahuan melakukan pungutan.

Penerimaan siswa baru bagi SD, SMP serta SMA di provinsi telah dimulai pada Rabu, 1 Juli. Pendaftaran siswa baru akan berlangsung selama 4 hari.

“Jangan sampai ada yang melakukan pungutan yang tidak jelas. Pemerintah sudah cukup berupaya, sudah cukup menyiapkan SMA/SMK itu sudah ada BOS (bantuan operasional sekolah) operasional sekolah berarti tidak perlu dipikirkan lagi. Kalau dulu kan dipikirkan dan dibiayai 1 juta satu anak. Coba dibayangkan SMA itu 500 anak jadinya 500 juta. Jadi tidak ada, yang tidak jelas itu sudah distoplah,”ujar Alexsius Akim kepada KBR di Pontianak, Kamis (2/7/2015).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Alexsius Akim juga mengatakan khusus penerimaan siswa Sekolah Dasar tahun ini tidak perlu menggunakan sistem tes seperti yang pernah diterapkan pada beberapa tahun lalu. Kata dia, lebih baik sekolah mengedepankan sistem daya tampung ruang kelas dan menerapkan batasan usia bagi calon siswa baru minimal berusia 6 tahun lebih.

Editor: Malika

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Catatan untuk TNI

Most Popular / Trending