Bagikan:

Pemkot Pontianak Minta Aturan Impor Bahan Pokok dari Malaysia

KBR68H, Pontianak - Pemerintah kota Pontianak, Kalimantan Barat didesak membuat aturan khusus tentang impor bahan pokok dari Malaysia.

NUSANTARA

Senin, 22 Jul 2013 07:31 WIB

Author

Jayanti

Pemkot Pontianak Minta Aturan Impor Bahan Pokok dari Malaysia

bahan pokok, aturan impor, pontianak, malaysia

KBR68H, Pontianak - Pemerintah kota Pontianak, Kalimantan Barat didesak membuat aturan khusus tentang impor bahan pokok dari Malaysia. Anggota DPRD Kota Pontianak Arif Joni Prasetyo mengatakan aturan tersebut diperlukan untuk mengatasi kesulitan bahan pokok jelang hari besar keagamaan yang sudah sering terjadi. Menurutnya, harga bahan-bahan pokok dari Malaysia relatif murah dan bisa masuk melalui pintu perbatasan.

“Memang ini memerlukan regulasi yang tepat kapan impor dibuka krannya dan kapan dibatasi. Sehingga, antara kebutuhan masyarakat dengan harga-harga ini bisa tetap terjangkau. Namun, barang tetap tersedia. Tentu ini juga ada pertimbangan lain seperti barang-barang produksi dalam negeri, kan ini juga dilindungi. Sehingga, memang harus seimbang antara kebutuhan dan supply barang. Tentu kementerian perindustrian dan perdagangan mungkin perlu mengatur regulasinya,” ujarnya.

Arif Joni juga meminta ketegasan kepolisian untuk menindak tegas pedagang yang menimbun sembako. Selain itu, pemerintah juga perlu mewasapadai peredaran barang kadaluarsa yang biasanya baru dikeluarkan para pedagang menjelang lebaran.

Editor: Doddy Rosadi

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

100 Hari Kerja Menteri ATR/BPN, Reforma Agraria Belum Memihak Petani

Most Popular / Trending