Bagikan:

Populasi Elang Jawa di Gunung Ciremai Bertambah, Sementara Aman dari Kepunahan

Elang Jawa merupakan top predator (pemangsa di puncak rantai makanan) dan menjadi indikator bahwa ekosistem di Gunung Ciremai terjaga dengan baik.

NUSANTARA

Selasa, 07 Jun 2022 22:21 WIB

Author

Frans Mokalu

Elang Jawa

Ilustrasi. Elang Jawa. (Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi)

KBR, Kuningan – Balai Taman Nasional Gunung Ciremai menyambut gembira dengan tambahan populasi satwa liar Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) di Gunung Ciremai.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Teguh Setiawan mengatakan, populasi Elang Jawa di Gunung Ciremai bisa dikatakan aman dari kepunahan.

Apalagi, jumlah telur yang menetas bisa saja bertambah, karena TNGC masih memantau sejumlah lokasi sarang Elang Jawa.

"Hingga Mei 2022 total populasi ada 34 individu, 20 dewasa dan 14 kategori muda termasuk yang baru lahir. Kemungkinan jumlah ini bisa lebih banyak lagi," katanya, Selasa (7/6/2022).

Balai Taman Nasional Gunung Ciremai secara intensif terus memantau populasi Elang Jawa sejak 2015 lalu. Ada 10 lokasi pemantauan (site monitoring) Elang Jawa, mulai dari wilayah Kuningan hingga Majalengka, Jawa Barat.

"Site monitoring di Majalengka ada empat dan Kuningan ada enam," imbuhnya.

Teguh mengatakan, Elang Jawa merupakan top predator (pemangsa di puncak rantai makanan) dan menjadi indikator bahwa ekosistem di Gunung Ciremai terjaga dengan baik.

Baca juga:


Jumlah Elang Jawa di Gunung Ciremai bertambah satu ekor menjadi total 34 ekor. Penambahan populasi Elang Jawa itu terjadi ketika satu telur Elang Jawa menetas, diperkirakan pada 1 Juni 2022 lalu.

Teguh Setiawan belum bisa memastikan jenis kelamin anak burung tersebut.

"Kami menandai habitat mereka. Burung elang merupakan salah satu top predator di Gunung Ciremai," ujarnya.

Di Gunung Ciremai sedikitnya terdapat lima jenis burung elang, diantaranya Elang Hitam, Elang Ular Bido, Elang Sikep Madu Asia, Elang Brontok, dan Elang Jawa.

"Ada 5 spesies Elang yang menghuni Gunung Ciremai, tapi kami fokus hanya pada populasi Elang Jawa saja," pungkasnya.

Elang Jawa termasuk dalam daftar merah dengan status Critically Endangered (CR) di daftar International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN).  

Baca juga:


Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Laporan Temuan Ombudsman soal Penanganan Bencana

Most Popular / Trending