Bagikan:

Persiapan Musim Kemarau, Warga di Cilacap Diminta Hemat Air

73 desa di 19 kecamatan di Cilacap berpotensi mengalami kekeringan.

NUSANTARA

Senin, 06 Jun 2022 14:12 WIB

Persiapan Musim Kemarau, Warga di Cilacap Diminta Hemat Air

Ilustrasi: Warga antre air bersih karena kekeringan di Tasikmalaya, Jawa Barat. Foto: ANTARA

KBR, Cilacap– Warga di Cilacap, Jawa Tengah, diminta mulai mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau yang diperkirakan tiba bulan ini. Permintaan itu terutama ditujukan untuk wilayah-wilayah di sana yang rawan kekeringan.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, 73 desa di 19 kecamatan berpotensi mengalami kekeringan.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Cilacap, Gatot Arif Widodo mengatakan salah satu persiapan yang bisa dilakukan warga ialah dengan menyimpan air di tandon-tandon penyimpanan, baik air sumur maupun hujan.

Sebab, kata dia, meski tahun ini diperkirakan terjadi musim kemarau basah, namun potensi kekeringan tetap ada.

"Untuk kemarau ini, persiapannya di daerah yang tidak memiliki akses air permukaan, air permukaan itu, seperti aliran air konsumsi, seperti PDAM itu, pastinya akan mengalami kekeringan dan dia pastinya kesulitan dan butuh air. Pasti perlu menyimpan. Bahasa saya itu menyimpan atau menandon. Di sisi lain, harus membiasakan masyarakat itu untuk hemat air," kata Gatot Arif Widodo, Senin, (06/06/2022).

Baca juga:

Selain itu, warga yang berada di wilayah rawan kekeringan juga diminta hemat air. Perilaku hemat air diharapkan dapat menjaga ketersediaan air bersih, selama terjadi krisis.

Kata Gatot, pada tahun ini, BPBD Cilacap telah menyediakan stok bantuan air bersih. Namun, ia tidak menyebutkan berapa jumlah pastinya.

Gatot juga mengingatkan para petani untuk mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau. Pasalnya, saat ini sebagian tanaman padi masih fase pertumbuhan (vegetatif), bahkan beberapa wilayah baru memasuki musim tanam kedua (MT 2).

Kata dia, petani di daerah tadah hujan perlu membuat penampungan air dengan membendung selokan atau sungai.

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

RAPBN 2023, Penanganan Pandemi Tak Lagi Jadi Prioritas?

Most Popular / Trending