Bagikan:

Calon ASN Pemkot Solo Mundur Karena Gaji, Gibran: Kurang Ajar

"Kalau ingin gaji tinggi jangan jadi PNS/ASN to. Nggak jelas itu niatnya. Ora mutu. Jangan kayak gitu lah."

NUSANTARA

Jumat, 03 Jun 2022 09:58 WIB

Foto udara tenaga fungsional PPPK mengikuti acara penyerahan SK di Kabupetan Ciamis, Jabar, Senin (3

Ilustrasi: Foto udara tenaga fungsional PPPK mengikuti acara penyerahan SK di Kabupetan Ciamis, Jabar, Senin (30/5/22). (Antara/Adeng Bustomi)

KBR, Solo- Sebanyak dua orang calon Aparatur Sipil Negara di Pemkot Solo, Jawa Tengah mengundurkan diri. Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan, pengunduran diri itu merugikan sistem kinerja di lingkungan Pemkot.

"Kalau ingin gaji tinggi jangan jadi PNS/ASN to. Nggak jelas itu niatnya. Ora mutu. Jangan kayak gitu lah. Merugikan semuanya. Di sini itu tempat untuk pelayanan publik. Kalau ingin sugih (kaya), ya jangan daftar ke sini ( pemkot). Sudah daftar, ikut tes, pas lulus ujian malah mengundurkan diri. Kurang ajar itu," geram Gibran di Solo, Kamis (2/6/2022).

Lebih lanjut Gibran mengungkapkan para calon ASN yang mengundurkan diri mendapat sanksi dari pemerintah.

Baca juga:

Total 100 Ribuan ASN Akan Dipindah ke IKN Nusantara

FOMO Sapiens : Kurikulum Cinta Produk dalam Negeri dan PNS Bakal Diganti Robot?

Gibran meminta masyarakat yang akan mengikuti ujian CPNS memiliki tekad kuat melayani masyarakat. Jika ingin gaji tinggi, imbuh Gibran, jangan menjadi ASN. Wirausaha atau enterpreneur bisa menjadi pilihan, ucap  Gibran. 

Pemkot Solo mengungkap mundurnya dua calon ASN itu terkait gaji. Pengunduran diri calon ASN itu mengakibatkan kekosongan formasi kerja Pemkot yang akan terisi. 

Pemkot harus menunggu perekrutan melalui ujian CPNS berikutnya. Sementara, setiap bulan puluhan ASN Pemkot Solo memasuki masa pensiun.

Sementara, 4.300 pegawai honorer saat ini bekerja sebagai staf di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan pemkot. Ribuan tenaga honorer itu berstatus tenaga kerja dengan perjanjian kerja (TKPK) dengan dasar hukum peraturan Wali Kota (perwali).

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

RAPBN 2023, Penanganan Pandemi Tak Lagi Jadi Prioritas?

Most Popular / Trending