Lomba Podcast “Rokok Berbahaya tapi Masif Pemasarannya. Siapa Targetnya?”

Podcast, adalah cara bersuara anak muda. Apa suara Anda, para remaja, agar #tolakjaditarget?

NUSANTARA | INTERMEZZO

Jumat, 12 Jun 2020 12:50 WIB

Author

KBR

Lomba Podcast “Rokok Berbahaya tapi Masif Pemasarannya. Siapa Targetnya?”

KBR-Jakarta Hai Podcaster, yuk ikuti lomba podcast, total hadiahnya Rp7.500.000.

Kami mengadakan lomba ini dalam rangka mendukung Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2020 yang mengambil tema “Lindungi Anak dan Remaja dari Manipulasi Industri Rokok”

Anak dan remaja adalah pusat kampanye HTTS 2020. Kampanye ini  menyuarakan perlindungan anak dan remaja dari industri rokok dan produknya. Selain itu, kampanye ini juga menempatkan anak dan remaja sebagai subjek, ikut bersuara dalam menolak manipulasi industri rokok yang selama ini menarget mereka.

Perokok anak di Indonesia terus naik dari tahun ke tahun, saat ini telah mencapai 9.1 persen (atau hampir 1 dari 10 anak Indonesia merokok).  Ditambah lagi, perokok anak untuk rokok elektronik meningkat tajam 10x lipat dari tahun 2013 (Riskesdas 2018).

Di sisi lain, iklan rokok masih sangat masif di berbagai media dan Indonesia adalah satu-satunya negara yang belum melarang iklan rokok di antara negara-negara ASEAN (Tobacco Atlas ASEAN). Iklan rokok yang masih masif tersebut menyasar remaja dengan pesan dan konsep yang sangat menarik, lalu menempatkannya di sekitar sekolah (YPMA, SFA, dan Lentera Anak, 2018).

Nah, podcast, adalah cara bersuara anak muda. Apa suara Anda, hei para remaja, agar #tolakjaditarget?

KBR berkolaborasi dengan Komnas Pengendalian Tembakau dan AJI Indonesia, mengajak Anda  mengikuti lomba podcast dengan tema”Rokok berbahaya tapi masif pemasarannya. Siapa targetnya?”

Ketentuan lomba:

- Follow akun media sosial KBR: Facebook Kantor Berita Radio-KBR, Twitter  @beritaKBR serta Instagram @kbr.id

- Peserta terbuka untuk umum, masih berstatus Mahasiswa. Dibuktikan dengan melampirkan Kartu Tanda  Mahasiswa. 

- Podcast yang dibuat harus sesuai tema. Isi atau konten podcast menyampaikan pesan-pesan mengenai bagaimana industri rokok memakai berbagai cara untuk memasarkan produknya kepada remaja.

- Materi podcast tidak boleh mengandung unsur SARA (Suku, Agama, dan Ras). 

- Kualitas audio bagus, cara penyampaian menarik. 

- Peserta boleh perorangan atau group maksimal 3 orang.

- Peserta tidak terlibat kerja sama, endorsment, dan sebagainya dengan industri rokok 

- Peserta wajib posting teaser hasil karya sendiri dalam bentuk Audiogram atau Videogram ke feed Instagram masing-masing. Jangan lupa ya mention ke akun Instagram @kbr.id, @komnaspt, @aji.indonesia, dan @cavallero.id

- Lomba berlangsung 12 hingga 25 Juni 2020

- Podcast dikirimkan dalam format Mp3 dengan durasi 15 s/d 30 menit ke email : kbr.prime.official@gmail.com dengan subject: Lomba Podcast P3K_Judul_Nama_Kampus

- Di badan email, sertakan juga data diri Anda yaitu nama lengkap, nama kampus, jenis kelamin, usia, domisili, nama akun media sosial (FB, Twitter, IG) dan nomor HP. 

- Batas akhir pengiriman podcast  Kamis, 25 Juni 2020 pukul 24.00 WIB.

- Empat podcast akan dikompilasi dalam P3K (Podcast Kampus Ke Kampus)

- Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Hasil karya podcast menjadi hak panitia.

Kami akan memilih 3 pemenang utama dan hiburan, dengan rincian:

●Pemenang 1 uang tunai Rp2.000.000 + Sepatu Cavallero + masuk dalam channel P3K

●Pemenang 2 uang tunai Rp1.500.000 + Sepatu Cavallero + masuk dalam channel P3K 

●Pemenang 3 uang tunai Rp1.000.000 + Sepatu Cavallero + masuk dalam channel P3K

●Pemenang Hiburan 6 orang, uang tunai masing-masing Rp500.000 

Kami tunggu podcast Anda!

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bangun Lumbung Pangan, Jokowi Tunjuk Kemenhan Bukan Kementan