Morowali Banjir Bandang, Harga Bahan Pokok Melonjak Drastis

Harga gas Elpiji 3 Kg dilaporkan naik dari Rp45.000/tabung menjadi Rp150.000/tabung. Kenaikan serupa terjadi pada beras, telur, dan bahan bakar premium.

BERITA , NUSANTARA

Senin, 10 Jun 2019 18:24 WIB

Author

Adi Ahdiat

Morowali Banjir Bandang, Harga Bahan Pokok Melonjak Drastis

Banjir bandang di Kec. Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah (8/6/2019). Bencana ini membuat empat jembatan utama ambruk, hingga sejumlah kawasan menjadi terisolir. (Foto: Youtube/Info Morowali Chanel)

KBR, Morowali - Setelah dilanda banjir bandang, harga bahan pokok di Kec. Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah, melonjak drastis.

Harga gas elpiji yang normalnya Rp45.000/tabung dilaporkan naik menjadi Rp150.000/tabung.

Harga beras naik dari Rp280.000/sak menjadi Rp350.000/sak. Telur naik dari Rp3.000/butir menjadi Rp10.000/butir, dan bahan bakar premium naik dari Rp10.000/botol menjadi Rp50.000/botol.

Pemkab Morowali mengaku tengah bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menormalisasi harga bahan pokok di daerah yang terdampak banjir.

"Kami sedang berupaya untuk mendatangkan bahan-bahan pokok ke Bahodopi yang dilaporkan terjadi kelangkaan sehingga harga jualnya melambung tinggi," kata Bupati Morowali, Taslim, seperti dikutip dari Antara, Senin (10/6/2019).


Harga Naik karena Wilayah Terisolir

Bupati Taslim menilai, kenaikan harga drastis terjadi karena banjir bandang membuat sejumlah jembatan ambruk, hingga memutuskan arus barang dan jasa dari Palu, Poso, dan Makassar ke Morowali, khususnya ke Bahodopi sebagai lokasi yang terdampak bencana.

"Jadi kita bisa bayangkan bagaimana tingginya kebutuhan masyarakat Bahodopi akan bahan-bahan pokok, mulai dari air minum, bahan makanan, bahan bakar dan kebutuhan lainnya karena terhambatnya arus barang masuk ke wilayah itu," ujar Taslim.

Untuk mengatasi kondisi ini, Bupati Taslim mengaku sudah mengupayakan distribusi bahan pokok melalui jalur laut.

"Hari ini mudah-mudahan ribuan tabung Elpiji 3 Kg sudah masuk Bahodopi melalui laut dan puluhan jerigen bahan bakar premium. Mudah-mudahan tidak ada halangan angkutan melalui laut," ujarnya.

Kapolres Morowali, Dadan, juga mengaku sudah memerintahkan Kapolsek Bahodopi untuk melakukan razia ke pasar dan pedagang agar tidak ada pihak yang mengambil keuntungan pribadi dari situasi ini.

"Semua pedagang diminta untuk menjual barang-barang secara wajar, jangan menaikkan harga sembarangan. Alhamdulillah, harga bensin eceran sudah turun menjadi Rp20.000-an/botol," kata Kapolres Dadan.

Sebelumnya, Kec. Bahodopi adalah lokasi industri pertambangan nikel terbesar di Indonesia yang mempekerjakan sekitar 35.000 tenaga kerja.

Banjir bandang yang terjadi pada Sabtu dini hari (8/6/2019) kemudian mengakibatkan empat jembatan utama ambruk, dan membuat Bahodopi serta sejumlah desa sekitarnya menjadi kawasan terisolir.

Pemkab Morowali mengaku telah menyalurkan berbagai bantuan berupa bahan makanan, pakaian, dan perlengkapan bayi, serta pelayanan kesehatan kepada warga yang terdampak banjir.

PLN setempat juga sedang berupaya menormalisasi aliran listrik yang terputus akibat tumbangnya tiang-tiang listrik setelah dihantam air bah.

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Bagaimana Pengaturan Sistem Zonasi? Apa Manfaatnya?

Kabar Baru Jam 14

Zonasi PPDB Masih Jadi Keluhan

Kabar Baru Jam 13