Kekeringan dan Gagal Panen, Kupang Gelar Operasi Pasar

Kekeringan berkepanjangan berdampak pada ketersediaan pangan

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 03 Jun 2016 10:07 WIB

Author

Silver Sega

Kekeringan dan Gagal Panen, Kupang Gelar Operasi Pasar

Ilustrasi. Sawah kekeringan. Foto: Antara

KBR, Kupang- Pemerintah Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur NTT menggandeng Badan Urusan Logistik (Bulog) NTT menggelar operasi pasar beras di 24 kecamatan di Kabupaten Kupang. Sekertaris Daerah Kabupaten Kupang Hendrik Paut mengatakan operasi pasar dilaksanakan untuk mengantisipasi kerawanan pangan.

"Karena kekeringan berkepanjangan berdampak pada ketersediaan pangan di tengah-tengah masyarakat. Pemerintah tentu perlu merespon kondisi ini dengan memberikan pendekatan pelayanan agar kebutuhan dasar keluarga, terutama untuk kebutuhan pokok itu bisa tersedia. Salah satu upaya yang kita lakukan adalah melalui operasi pasar murah," kata Hendrik Paut di Kupang, Jumat (3/6)

Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang Hendrik Paut menambahkan, operasi pasar murah di Kabupaten Kupang akan dilaksanakan secara bergilir di setiap kecamatan. Saat ini ada sebanyak 24 kecamatan yang akan dilakukan operasi pasar.

“Beras yang akan dijual pada operasi pasar dibanderol seharga Rp7900 per kilogram.”jelasnya.  

Sementara Kepala Bulog NTT Sugeng Rahayu mengatakan operasi pasar dilaksanakan berdasarkan permintaan warga.

“Setiap kepala keluarga hanya boleh membeli 50 kilogram beras. Sedangkan kebutuhan lain seperti gula dan minyak goreng bisa disesuaikan.”Ujarnya.

Sebelumnya, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKP2) NTT menyebut sebanyak 22 kabupaten di NTT terancam rawan pangan. Kepala BKP2 NTT Haji Husen mengatakan kondisi kerusakan pangan di 22 kabupaten cukup parah.

" Kita tidak lihat hujan kemarin-kemarin, tidak lihat. Memang ada panen, ada tanam, itu kan sebagian. Tapi Kondisi 22 kabupaten itu mengalami kondisi cukup parah," kata Haji Husen di Kupang, Rabu (1/6).

Baca juga: Bulog baru serap 900 ton beras di NTT

Editor: Malika 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Keluarkan Biaya Sendiri untuk Visum

Tantangan Dalam Reintegrasi Eks-Napiter dan Orang Yang Terpapar Paham Radikalisme