Bagikan:

Pro Fauna Minta Pemerintah Gandeng Masyarakat Adat Awasi Orang Utan

Lembaga pecinta satwa, Pro Fauna Indonesia meminta pemerintah menggandeng masyarakat adat lokal untuk mengawasi wilayah perkebunan dan hutan, khususnya terkait keberadaan orang utan.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 25 Jun 2015 14:26 WIB

Author

Aika Renata

Pro Fauna Minta Pemerintah Gandeng Masyarakat Adat Awasi Orang Utan

Orang Utan/ANTARAFOTO

KBR, Jakarta - Lembaga pecinta satwa, Pro Fauna Indonesia meminta pemerintah menggandeng masyarakat adat lokal untuk mengawasi wilayah perkebunan dan hutan, khususnya terkait keberadaan orang utan. Ini terkait pembunuhan kepada orang utan yang terjadi di Desa Semantun, Sukamara, Kalimantan Tengah.

Ketua Pro Fauna Indonesia, Rosek Nursahid berharap, dengan pelibatan ini, masyarakat adat bisa segera melaporkan jika ada perburuan ilegal.

"Yang terjadi di Kalteng kemungkinan dilakukan oleh individu dan tidak ada kaitannya dengan perusahaan. Individu biasanya lebih kearah hobi berburu. Memang mau tidak mau harus melibatkan masyarakat lokal untuk menjaga hutan dan isinya. Kemudian masyarakat bisa menginformasikan kepada lembaga adat sehingga orangutan bisa segera dievakuasi."

Sebelumnya, dua orang pelaku penganiayaan satwa yang diduga orang utan berinisial D dan LAK telah ditahan Kepolisian Resor Kotawaringin Barat. Sementara keberadaan dua orang lainnnya yang ikut terlibat masih terus ditelusuri.

Menurut data BKSDA Kalteng, sepanjang tahun 2015 ini sudah ada lebih dari 30 kasus terkait orang utan. Diantaranya konflik dengan warga di perkebunan dan hasil penyitaan tim BKSDA dari warga yang memelihara orang utan.


Editor : Sasmito Madrim

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Kemarau Tiba, Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan