covid-19

Pesantren di Banyuwangi Siap Tampung Pengungsi Rohingya

Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Banyuwangi Ahmad Munib Safa’at mengatakan, di Banyuwangi terdapat 300 pesantren yang menyatakan siap menampung para pengungsi rohingnya.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 08 Jun 2015 16:02 WIB

Pesantren di Banyuwangi Siap Tampung Pengungsi Rohingya

Pengungsi Rohingnya Aceh. Foto: Erwin Jalaludin KBR

KBR, Banyuwangi- Ratusan Pondok Pesantren di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, siap menampung para pengungsi Rohingnya yang terdampar di Indonesia. Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Banyuwangi Ahmad Munib Safa’at mengatakan, di Banyuwangi terdapat 300 pesantren yang menyatakan siap menampung para pengungsi tersebut. Dari jumlah tersebut kata dia, mereka berkomitmen siap membantu penuh keperluan para warga Rohingya jika diperlukan pemerintah. Menurut Munib Safa’at, Salah satunya Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, tempatnya telah siap 100 persen untuk membantu mereka.

“Kita sudah berkordinasi dengan beberapa pengasuh pengasuh pondok pesantren di Banyuwangi ada sekitar 300 pesantren dan insya allah kalaupun tidak semuanya sekitar 30 persen dari jumlah pesantren itu ikut membantu pengungsi Rohingnya kita sudah siap. Tapi yang paling penting adalah langkah- langkah kongrit dalam pemerintah Indonesia untuk melakukan desakan agar supaya tragedy kemanusiaan ini agar segera dihentikan,”kata Munib Safa’at (8/6/2015).

Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Banyuwangi Ahmad Munib Safa’at menambahkan, Pihaknya meminta pemerintah melakukan upaya diplomatik untuk mendesak pemerintah Myanmar agar segera menghentikan kejahatan kemanusiaan terhadap etnis Rohingnya. Dia juga mengharapkan, agar negara luar melakukan empati memberikan bantuan kemanusiaan terhadap mereka. Selain menyatakan siap menampung pengungsi, pihaknya juga meminta pemerintah memberikan perlindungan secara maksimal.

Editor: Dimas Rizky   
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

UU Cipta Kerja Bermasalah, Formil dan Materiil

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17