Pemprov NTT: Meski Kekeringan, 5 Desa di Daerahnya Tak Kekurangan Pangan

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengakui terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) yakni kekeringan yang melanda warga di 5 desa

BERITA | NUSANTARA

Sabtu, 27 Jun 2015 20:45 WIB

Author

Silver Sega

Pemprov NTT: Meski Kekeringan, 5 Desa di Daerahnya Tak Kekurangan Pangan

Kekeringan. (Foto: Antara)

KBR, Kupang - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengakui terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) yakni kekeringan yang melanda warga di 5 desa di Kecamatan Kualin dan Kecamatan Amanuban Selatan kabupaten Timor Tengah Selatan. Namun warga di lima desa itu tidak kekurangan pangan.

Juru Bicara Gubernur NTT Lambert Ibi Riti mengatakan, pemerintah kabupaten TTS sejak Januari sudah menyalurkan beras bagi warga di lima desa itu.

"Dan di sana benar bahwa kekeringan tidak bisa kita mungkiri, kita tidak bisa membela diri dan itu betul-betul kering dan masyarakat sungguh-sunggu tidak punya produk pertanian tahun ini. Tetapi khusus di ketersediaan pangan, cadangan pangan yang sudah didistribusikan oleh pemerintah kabupaten TTS, juga ada bantuan pangan 24 ton dari ibu Menteri Sosial. Karena itu untuk sementara tidak ada kekurangan pangan di sana karena stok pangan yang kita distribusikan oleh pemerintah itu sudah sampai  ditangan keluarga," kata Lambert Ibi Riti di Kupang, Sabtu (27/06).

Juru Bicara Gubernur NTT Lambert Ibu Riti menambahkan, pemerintah kabupaten Timor Tengah Selatan sudah menetapkan kekeringan di lima desa itu sebagai kejadian luar biasa atau KLB.

Bantuan pangan bagi warga di lima desa itu, kata Lambert Ibi Riti, terus berdatangan. Lima desa yang dilanda kekeringan adalah Desa Toineke, Tuafanu, Kiufatu, dan Oni di Kecamatan Kualin, dan Desa Oebelo di Kecamatan Amanuban Selatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTT mengungkapkan, sampai saat ini baru kabupaten Timor Tengah Selatan yang melaporkan soal bencana kekeringan yang melanda ratusan warga di lima desa di kabupaten itu.

Editor: Erric Permana 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Ilmuan Iran Dibunuh, PBB minta semua pihak menahan diri

Kabar Baru Jam 7

Menagih Penuntasan Kasus Pembunuhan Pendeta Yeremia

Kabar Baru Jam 8

Rumah Sakit Penuh, Pemkab Cilacap Sewa Hotel untuk Karantina Pasien Covid-19