Bagikan:

Pemkab Banyuwangi Sediakan Mudik Gratis Dari Bali

Selain Bus Pemkab Banyuwangi juga menyediakan beberapa truk untuk mengakut sepeda motor milik warga yang ikut mudik gratis tersebut.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 24 Jun 2015 12:59 WIB

Pemkab Banyuwangi Sediakan Mudik Gratis Dari Bali

Ilustrasi Mudik Lebaran. Foto: Antara

KBR, Banyuwangi- Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menyediakan delapan bus mudik gratis bagi warganya yang tinggal di Bali. Selain bus, Pemkab Banyuwangi juga menyediakan beberapa truk untuk mengangkut sepeda motor milik warga yang ikut mudik gratis tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Banyuwangi Suprayogi mengatakan, program mudik gratis dari Bali ke Banyuwangi ini untuk pertama kalinya dilakukan tahun ini. Sebab kata dia, jumlah warga Banyuwangi yang berada di Bali cukup banyak.

Menurut Suprayogi, seperti data mudik di posko Pelabuhan Ketapang tahun lalu, ada sekitar 50 ribu pemudik yang menyeberang dari Bali menuju Banyuwangi. Kata dia, selama ini program mudik gratis hanya diberikan kepada warga Banyuwangi yang tinggal di Surabaya saja.

“Kemudian yang lebih kita prioritaskan ya ke Bali. Bali ini Ikawangi ini orang Banyuwangi kan banyak di Bali itu, maka di Bali ini kita akan backup delapan. Ditambah nanti satu truk untuk angkut sepeda, kita kordinasikan itu dengan kepolisian, dengan instansi terkait akan kita kordinasikan,” kata Suprayogi (24/6/2015).

Suprayogi menambahkan, selama ini para pemudik dari Bali tersebut lebih banyak menggunakan sepeda motor. Dia berharap program mudik gratis dengan bus dan truk ini bisa mengurangi tingkat kecelakaan sepeda motor selama arus mudik.

Peserta mudik gratis dari Bali akan diberangkatkan pada 13 Juli 2015 atau H-4 Lebaran. Mudik gratis tersebut terbuka untuk masyarakat umum yang tinggal di Kabupaten Badung, Denpasar, dan Tabanan Bali.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Malaysia Larang Pengedaran Buku Diduga Hina ART RI

Kabut Asap Makin Tebal, Jambi dan Palembang Terapkan PJJ

Kabar Baru Jam 7

Polemik Dicabutnya Aturan Karpet Merah Eks Koruptor Nyaleg

Mahkamah Agung Batalkan Dua Ketentuan terkait Eks Napi Korupsi Nyaleg

Most Popular / Trending