covid-19

Operasi Pasar Murah di Jombang Sepi Peminat

Harga komoditi sembako yang dijual dinilai masih terlalu mahal.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 16 Jun 2015 18:15 WIB

Author

Muji Lestari

Sepi peminat operasi pasar di pasar Citra Niaga Jombang. Foto: KBR/ Muji Lestari

Sepi peminat operasi pasar di pasar Citra Niaga Jombang. Foto: KBR/ Muji Lestari

KBR, Jombang- Menjelang bulan puasa, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Bulog Sub Divre Surabaya Selatan dan Pemkab Jombang, menggelar operasi pasar sembako di beberapa titik pasar  di Jombang, hari ini, Selasa (16/6/2015). Sayang, operasi pasar itu kurang diminati masyarakat. Selain karena kurangnya sosialisasi, harga sejumlah komoditi sembako yang dijual itu masih terlalu mahal atau tidak jauh berbeda dengan harga sembako yang dijual dipasaran.

Kepala Seksi Perdagangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar, Murni Indarti, mengatakan, operasi pasar dilakukan untuk meredam gejolak harga dipasar yang biasa terjadi saat menjelang dan awal bulan puasa. Operasi pasar itu sendiri dilakukan setiap hari selama bulan puasa didua titik pasar secara bergantian.

"Per titik kalau untuk alokasi, beras itu 750 kilogram per hari di dua titik, gula juga sama, kemudian minyak 600 liter dan tepung terigu 350 kilogram." jelas Murni Indarti.

Operasi pasar diawali di pasar Citra Niaga Jombang. Sejak dibuka pagi tadi, pasar murah yang digelar Pemerintah itu nampak sepi peminat. Untuk beras dipatok harga Rp. 8.500 per kilogram, gula Rp. 11.500, minyak gooreng Rp. 10 ribu, dan petung terigu dipatok harga Rp. 7.500 per kilogram. Harga itu tidak jauh berbeda dengan harga yang ada dipasaran.  

Salah seorang warga, Santi, mengaku senang dengan operasi pasar itu, namun ia berharap selisih harga dengan pasar umum jauh lebih murah sehingga dapat menolong rakyat kecil yang membutuhkan sembako untuk kebutuhan awal puasa ini.

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Semai Toleransi ala Anak Muda Bandung