Korban Kapal Tenggelam Alami Luka Bakar dan Dehidrasi

Korban harus mendapatkan pelayanan konsultasi psikolog.

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 11 Jun 2015 17:47 WIB

Author

Teddy Rumengan

Korban Kapal Tenggelam Alami Luka Bakar dan Dehidrasi

Ilustrasi Tim Basarnas melakukan evakuasi korban kapal tenggelam di laut. Foto: Antara

KBR, Balikpapan - Dokter Kesehatan Pelabuhan Semayang Balikpapan, Siti Hadijah mengatakan rata-rata korban kapal tenggelam mengalami trauma sehingga harus mendapatkan pelayanan konsultasi psikolog

Selain  traumatis, para korban yang selamat juga mengalami luka bakar karena sengatan matahari. Termasuk mengalami dehidrasi karena tidak minum selama dua hari.

“Yang pasti mereka ada dihidrasi dan ada sedikit mengalami luka bakar karena sengatan matahari, mereka terapung-apung di laut. Tadi ada yang mungkin terbentur pada saat kecelakaan, kena benda tumpul, atau lainnya, karena dia ada mengeluh nyeri di dada. Kebetulan yang menolong itu kan dari Angkatan Laut Amerika jadi ketika dievakuasi itu pertolongan pertamanya bagus, mungkin mereka dievakuasi dikasih selimut,” kata Siti Hadijah, Kamis (11/6/2015).

Siti Hadijah juga mengaku prihatin, karena banyak korban yang selamat meminta agar dicarikan keluarganya yang hilang. Diperkirakan banyak penumpang yang meninggal karena kedinginan dan terombang-ambing di laut.

Hingga saat ini Basarnas masih melakukan pendataan ulang, terkait jumlah penumpang yang naik Kapal motor Titian Muhibah yang berangkat menuju Mamuju dari Kota Bontang, Senin (8/6/2015) sekitar pukul 14.00 wita.

Data sementara korban yang berhasil selamat berjumlah 73 orang, 65 dievakuasi ke Balikpapan, 8 orang dievakuasi nelayan ke Mamuju.

Editor: Malika

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Inisiatif Daur Pangan di Masa Pandemi

Mama 'AW': Menerobos Semak Berduri

Kabar Baru Jam 8

Waspada Peningkatan Kekerasan terhadap Perempuan di Dunia Siber