Kasus Angeline, Media Diminta Sensitif Terhadap Trauma Anak

Kepolisian diminta tidak mempublikasikan detail hasil otopsi dan hasil penyidikan terutama yang berkaitan dengan kekerasan mengingat korban adalah anak-anak.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 15 Jun 2015 18:09 WIB

Author

Yulius Martony

Kasus Angeline, Media Diminta Sensitif Terhadap Trauma Anak

ilustrasi kekerasan seksual. Foto: Antara

KBR, Bali- Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) peduli anak dan perempuan mendatangi Polda Bali meminta kepolisian dan media melakukan pemberitaan yang mendorong sistem perlindungan bagi anak dan perempuan. Luh Gede Yastini dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali meminta pihak terkait tidak menyebarkan detail kekerasan melalui media atau sosial media yang berdampak ketakutan dan trauma ketakutan pada anak-anak.

"Sebenarnya itu sebuah dukungan jaringan perempuan se-Bali kepada aparat penegak hukum agar mampu melakukan kerja dengan baik untuk kasus Angeline ini. Selain melaporkan secara resmi dari pihak ibu kandung Angeline agar ini bisa menjadi perhatian," kata Luh Gede, Senin (15/6/2015).

Luh menjelaskan pihaknya meminta agar media tetap memberikan perlindungan seperti kerahasiaan identitas dan tidak mempublikasikan foto teman-teman korban. Selain itu, dia meminta agar ada perbaikan sistem penanganan korban kekerasan dengan menyediakan respon cepat bagi pendampingan, pusat rujukan dan informasi. Kepolisian juga diminta tidak mempublikasikan secara detail hasil otopsi dan hasil penyidikan terutama yang berkaitan dengan kekerasan mengingat korban adalah anak-anak.

LSM yang mendatangi Polda Bali terkait kasus pembunuhan Angeline itu diantaranya Lentera Anak Bali, Forum Peduli Perempuan dan Anak Buleleng serta WCC LBH Bali. 

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10