APK Pilkada di Mataram Mulai Bertebaran, Panwaslu Tak Lakukan Penertiban

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak melakukan penertiban dengan alasan tidak memiliki kewenangan.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 24 Jun 2015 15:40 WIB

Author

Zaenudin Syafari

APK Pilkada di Mataram Mulai Bertebaran, Panwaslu Tak Lakukan Penertiban

Ilustrasi Alat Peraga Kampanye. Foto: Antara

KBR, Mataram-  Alat Peraga Kampanye (APK) berupa banner atau spanduk milik para bakal calon kepala daerah di sejumlah daerah yang akan menggelar Pilkada serentak di kota Mataram, telah terpasang di banyak tempat. Namun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak melakukan penertiban dengan alasan tidak memiliki kewenangan. Pemerintah daerah dinilai paling bertanggung jawab terhadap pemasangan APK di sembarang tempat itu sehingga pemerintah daerah bisa melakukan penertiban.

Ketua Divisi Pengawasan Bawaslu provinsi NTB Bambang Karyono mengatakan, para bakal calon yang sudah memasang APK belum tentu akan menjadi calon kepada daerah di KPU. Dia mengatakan, ranah pengawasan Bawaslu dan jajarannya terkait dengan pemasangan APK setelah mereka ditetapkan menjadi calon kepala daerah.

“Kalau terkait dengan APK, itu kan orang belum menjadi calon, masih menjadi bakal. Kita tidak tahu selebritis dari mana, kemudian mau pencitraan untuk apa, untuk dikenal sebagai apa. Kita kan belum paham ini, walaupun mereka punya harapan mau menjadi calon walikota, mau jadi calon bupati. Itu kan sekedar jadi harapan yang belum tentu juga nanti ada palu KPU yang mengesahkan bahwa yang bersangkutan itu sebagai calon” kata Bambang Karyono, Rabu (24/6/2015).

Bambang Karyono mengatakan, saat ini Bawaslu sedang fokus mengawasi beberapa tahapan pilkada  seperti persyaratan dukungan calon perseorangan, persyaratan administrasi serta pengawasan mahar politik. Pilkada serentak di NTB akan digelar 9 Desember mendatang yang diikuti oleh tujuh kabupaten kota. Masa pendaftaran calon kepala daerah di KPU dibuka dari tanggal 26–28 juli 2015.

Editor: Dimas Rizky
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Pandemi dan Dampak Pada Kesehatan Mental Siswa

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Menanti Perhatian pada Kesehatan Mental Pelajar

Kabar Baru Jam 10