Klaster Tarawih di Banyuwangi Bertambah, Total 62 Positif 6 Meninggal

Satgas Penanganan COVID-19 kini melarang aktivitas tarawih berjamaah di masjid di Desa Ringintelu terutamanya Dusun Yudomulyo.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 10 Mei 2021 23:36 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Klaster Tarawih di Banyuwangi Bertambah, Total 62 Positif 6 Meninggal

Ilustrasi. Warga korban gempa melaksanakan salat tarawih berjamaah di Desa Kaliuling, Lumajang, Jawa Timur, Senin (12/4/2021). (Foto: ANTARA/Zabur Karuru)

KBR, Banyuwangi - Jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster salat tarawih di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terus bertambah.

Dari hasil tracing (penelusuran) Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi, ada tambahan sembilan orang yang dinyatakan positif virus korona dan 1 diantaranya meninggal dunia.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi, Wiji Lestariono mengatakan, total jumlah warga yang terkonfirmasi posistif dari klaster tarawih tersebut mencapai 62 orang.

Wiji mengatakan tambahan sembilan orang tersebut merupakan hasil perluasan penelusuran di dusun tetangga Yudomulyo, Desa Ringintelu.

Wiji Lestariono mengatakan klaster tarawih bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat, bahwa sudah terbukti Covid-19 tersebut penularanya sangat cepat sekali. Masyarakat diminta untuk tetap mentaati protokol kesehatan yang sudah ditentukan oleh pemerintah.

“Ada penambahan 9 orang, jadi 62 positif. Untuk yang meninggal, tetap 6 orang meninggal, 1 orang probable. Ada pembatasan-pembatasan tertentu yang dilakukan oleh satgas kecamatan maupun satgas desa. Sehingga akses keluar masuk warga menjadi terbatasi. Jadi ada pembatasan kegiatan-kegiatan warga. Termasuk di Masjid itu ditiadakan kegiatan,”ujar Wiji Lestariono, di Banyuwangi, Senin (10/5/2021).

Wiji Lestariono menambahkan satgas penangan Covid-19 Banyuwangi melalui satgas tingkat kecamatan, akan terus melakukan penelusuran dan pelacakan di kawasan dusun Yudomulyo dan sekitarnya terhadap masyarakat yang diduga kontak erat terhadap warga yang posistif Covid-19. Hal ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona lebih luas lagi.

Agar penyebaran Covid-19 ini bisa dikendalikan, Satgas Penanganan Covid-19 Banyuwangi melakukan pembatasan aktivitas masyarakat di Desa Ringintelu terutamanya Dusun Yudomulyo.

Di kawasan itu, masyarakat tidak dibolehkan menggelar sholat tarawih dan sholat Idul Fitri. Masyarakat dihimbau untuk beraktifitas di rumahnya masing-masing.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Mencari Solusi Krisis Pengelolaan Sampah di Indonesia

Kabar Baru Jam 8

Inspirasi Bisnis dari Aerostreet

Kian Merebak Covid Varian Delta