Pedagang Gula di Sumba Timur: Kita Jadi Gila Jualan

"Saat ini harga gula pasir dari distributor sudah Rp780 ribu per sak isi 50 kilogram. Wai ngeri!" kata salah seorang pedagang pasar di Waingapu NTT.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 31 Mei 2016 16:56 WIB

Author

Heinrich Dengi

Pedagang Gula di Sumba Timur: Kita Jadi Gila Jualan

Suasana salah satu kios di Pasar Inpres Waingapu, NTT. (Foto: Heinrich Dengi/KBR)

KBR, Waingapu - Harga kebutuhan pokok di Wangingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur melonjak menjelang bulan Ramadhan 2016. Kenaikan paling menyolok terjadi antara lain pada gula pasir dan minyak goreng.

Salah seorang pedagang di Pasar Inpres Matawai Waingngapu, Ina mengatakan harga beli gula pasir dari distributor naik sekitar 20 persen dari minggu sebelumnya.

"Su naik, itu minyak dengan gula yang gila (harganya). Sebelumnya gula itu masih Rp630 ribu per sak ukuran 50 kilogram. Saat ini harga gula pasir dari distributor sudah Rp780 ribu per sak. Wai ngeri! Kita jadi gila jualan. Kita jual (dengan harga) mahal, orang bilang kok mahal cepat? Padahal kita beli dari agen sudah mahal," kata Ina, pemilik kios di Pasar Inpres Matawai, Selasa (31/5/2016).

"Saya bukan mengeluh lagi. Ini sudah sangat mengeluh memang. Mana orang belanjanya sudah sepi, terus barang tambah naik, ya tambah sepi sudah," lanjut Ina.

Selain gula pasir, harga kebutuhan lain yang naik adalah minyak goreng. Pekan lalu harga minyak goreng masih Rp235 ribu per karton. Satu karton berisi empat jerigen minyak goreng berkapasitas lima liter. Hari ini, harga minyak goreng dari distributor sudah mencapai Rp263 ribu per karton.

Ina menambahkan, harga telur juga naik dari sebelumnya Rp40 ribu per pan menjadi RpRp45ribu per pan. Sedangkan beras harganya turun dari sebelumnya Rp490 ribu per satu sak isi 50 kg menjadi Rp400 ribu per sak.

Gara-gara harga gula pasir naik, Erni salah seorang pemilik kios di luar kota Waingapu mengatakan tidak lagi menjual gula pasir dalam seminggu terakhir. Erni mengatakan di Waingapu bahkan ada kios yang menjual gula pasir dengan harga Rp18 ribu per kg.

"Apakah saya di luar kota harus menjual dengan Rp20 ribu per kilo? Tidak tega saya," kata Erni.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pilkada Serentak Diwarnai Calon Tunggal