Jelang 10 Tahun, Korban Lapindo Menggugat Siapkan Aksi

Ratusan warga dari Korban Lapindo Menggugat (KLM) di Sidoarjo, Jawa Timur bakal memperingati 10 tahun semburan lumpur panas tepat 29 Mei 2006 silam.

BERITA | NUSANTARA

Sabtu, 28 Mei 2016 21:36 WIB

Author

Ninik Yuniati

Jelang 10 Tahun, Korban Lapindo Menggugat Siapkan Aksi

Patung instalasi bekas peringatan 8 Tahun Semburan Lumpur Lapindo semakin terbenam akibat luberan lumpur di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (28/5). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Ratusan warga dari Korban Lapindo Menggugat (KLM) di Sidoarjo, Jawa Timur bakal memperingati 10 tahun semburan lumpur panas tepat 29 Mei 2006 silam.

Pendamping warga Dadang Christanto mengatakan, peringatan yang berpusat di Titik 71 Ketapang, Porong, Sidoarjo akan menyuarakan penolakan kegiatan pengeboran minyak dan gas di wilayah pemukiman penduduk.

"Tema utamanya, apa yang terjadi sampai sekarang di Lapindo, kami menolak tambang di pemukiman warga. Kenapa mereka protes drilling yang baru, traumatik sekali," kata Dadang kepada KBR, Sabtu (28/5).

Sedianya, peringatan akan digelar Minggu besok (29/5). Namun lantaran warga desa peserta aksi harus melaksanakan pemilihan lurah, maka kegiatan terpaksa diundur hingga Senin (30/5) mendatang.

Dadang menambahkan, penolakan aktivitas pengeboran lantaran warga khawatir peristiwa 10 tahun silam kembali terulang.

Pada Januari lalu PT Lapindo sempat berencana melakukan pengeboran di Desa Kedungbanteng, Sidoarjo. Rencana ini mendapat penolakan keras dari warga dan akhirnya dibatalkan oleh pemerintah.

Dia pun melanjutkan, ratusan warga yang didampinginya berasal dari sejumlah desa yang terdampak tetapi di luar tanggul. Kendati begitu, warga di sejumlah desa seperti Desa Kaligawir dan Glagah Arum, turut merasakan dampak lingkungan. Semisal, lumpur yang mencemari sawah dan air sumur, serta polusi udara.

"Mereka setiap hari menghirup udara yang beracun, sawah mereka, di luar genangan lumpur, sebenarnya persoalannya bukan tergenang atau tidak tergenang lumpur, tapi mereka menghadapi polusi, kualitas hidup yang jelek" jelasnya.

Peringatan Senin besok (30/5), kata Dadang, bakal diisi sejumlah acara. Di antaranya, ziarah dan tabur bunga di area makam yang sudah tergenang lumpur. Selanjutnya, sejumlah penyair akan membacakan puisi berisi empati terhadap korban Lapindo. Selain itu di Ketapang Keres, warga bakal membangun instalasi berupa 300an bilah bambu tempat pakaian-pakaian bekas (gombal) dikerek.

"Sekitar ada 200 orang yang mengikuti ziarah, karena dekat puasa, dicari koordinatnya kira-kira titik kuburan Desa Ketapang itu. Lalu, akan banyak penyair baca puisi dan berita terakhir, mereka akan bawa tumpeng, untuk selamatan. Lalu peresmian instalasi gombal dengan 300an kerekan gombal," tutur dia.



Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Vaksinasi Covid-19 dan Ancaman Hoaks

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Bencana Kala Pandemi dan Kesiapan Fasilitas Kesehatan

Kabar Baru Jam 10