Polda Terjunkan Enam Ribu Personil Amankan Pilkada Kaltim - Kaltara

Fokus utama pengamanan yakni distribusi logistik ke wilayah-wilayah pedalaman maupun perbatasan.

BERITA | NUSANTARA

Senin, 11 Mei 2015 13:01 WIB

Author

Teddy Rumengan

Polda Terjunkan Enam Ribu Personil Amankan Pilkada Kaltim - Kaltara

Pilkada. Foto: Antara

KBR, Balikpapan - Kepolisian Daerah Kalimantan Timur akan menurunkan 2/3 dari jumlah personil atau sekitar 6 ribu anggotanya untuk mengamankan Pilkada di wilayah KalimantanTimur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) Desember mendatang. Kapolda Kalimantan Timur, Andayono mengatakan, fokus utama pengamanan yakni distribusi logistik ke wilayah-wilayah pedalaman maupun perbatasan yang sulit terjangkau, termasuk pengamanan TPS saat pemungutan suara berlangsung.

"2/3 kekuatan kita kerahkan, dari 9 ribu julah personil Polda Kaltim. Titik rawan? Kita tidak bisa mengandai-andai titik rawan itu, bisa saja yang sekarang dianggap tidak rawan-tiba-tiba nanti rawan. Tapi paling tidak yang terjauh harus kita amankan, termasuk dfaftar pilih, terus termasuk penentuan siapa yang akan jadi caleg dan sebagainya," kata Andayono, Senin (11/5/2015).

Di Kalimantan Timur ada 9 Kabupaten dan kota yang akan menggelar pilkada diantaranya, Paser, Balikpapan, Samarinda, Kutai Kertanegera, Kutai Barat, Kutai Timur, Berau, Mahakam Ulu dan Bontang. Sedangkan di Kalimantan Utara ada 5 kabupaten kota yang akan menggelar pilkada yakni Nunukan, Malinau, Bulungan, Tana Tidung dan Tarakan. 

Editor: Damar Fery

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Bagirata, Solidaritas bagi Pekerja Terdampak Pandemi

Kabar Baru Jam 7

Giri Suprapdiono soal Tes Wawasan Kebangsaan pegawai KPK

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Kebijakan Pemerintah Tangani Konflik Papua