Investasi di NTT Terkendala Lahan

Para pemilik lahan masih perlu diberi pemahaman sehingga bisa diajak bekerjasama dengan para investor.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 12 Mei 2015 14:24 WIB

Author

Silver Sega

Tenun Ikat NTT. Foto: Antara

Tenun Ikat NTT. Foto: Antara

KBR, Kupang- Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Nusa Tenggara Timur mengungkapkan rendahnya investasi di wilayah NTT terjadi akibat masalah lahan. Kepala BPMD NTT Semuel Rebo mengatakan, para pemilik lahan masih perlu diberi pemahaman sehingga bisa diajak bekerjasama dengan para investor. Bahkan kata dia, tak jarang pemilik lahan bereaksi kerang untuk menolak bekerjasama.

"Masih perlu kita lakukan pembenahan, terutama berkaitan dengan kesiapan masyarakat pemilik lahan untuk bagaimana potensi-potensi lahan yang ada itu dikerjasamakan dengan para investor," ujar Semuel Rebo di Kupang, Selasa (12/5/2015). 

"Karena sering terjadi benturan ketika ada investasi yang berhubungan dengan pemanfaatan lahan yang menjadi milik masyarakat, kalau tidak dilakukan persiapan yang memadai yang baik, ya tentu pasti masyarakat kurang memahami akan tujuan investasi itu, akan memberikan reaksi penolakan-penolakan," ujarnya lagi.

Semuel Rebo menambahkan, pemerintah NTT terus berupaya menyadarkan para pemilik lahan untuk bisa bekerjasama dengan para investor. Selain itu, pemerintah NTT memberi kemudahan bagi para investor dengan memudahkan perijinan. Dia mengatakan sampai saat ini sudah lebih dari 30 investor yang telah mendapat ijin untuk berinvestasi di NTT nilainya mencapai 10 triliun. 

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Bekas Napi Koruptor Harus Jeda Lima Tahun Sebelum Maju di Pilkada