BNN: Ada Indikasi Perdagangan Anak di Jaringan Narkoba Purwokerto

Dalam razia di sebuah rumah kos di salah satu perumahan di Kota Purwokerto, tertangkap delapan remaja berusia 16-19 tahun.

BERITA , NUSANTARA

Senin, 11 Mei 2015 18:13 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

BNN: Ada Indikasi Perdagangan Anak di Jaringan Narkoba Purwokerto

Narkoba. Foto: Antara

KBR, Banyumas- Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNK) Purbalingga menemukan indikasi perdagangan anak di Jaringan Narkoba Purwokerto pasca dilakukan razia narkoba di sebuah perumahan. Kepala BNK Purbalingga Edy Santosa mengatakan dalam razia di sebuah rumah kos di salah satu perumahan di Kota Purwokerto tersebut, tertangkap delapan remaja berusia 16-19 tahun. Tes urine menunjukkan tujuh remaja positif mengkonsumsi narkoba, sedangkan satu orang perempuan negatif. Bahkan salah satu anak perempuan berusia 16 tahun, berinisial EL, terindikasi sebagai korban perdagangan anak, yang berhasil kabur dari Batam.

"Itu kita bisa mendapatkan kasus trafficking. Kemarin kita melakukan razia di sebuah rumah kos di perumaha Purwokerto. Kita razia, ada anak usia 16-19 tahun itu ada enam laki-laik dan dua perempuan. Setelah cek urine mereka positif narkoba," ujarnya kepada KBR.

"Setelah dilakukan interogasi oleh anggota ditemukan indikasi trafficking pada dua anak perempuan ini. Kami baru selesai berkoordinasi dengan Dinas Sosial Banyumas dan KPAI Purwokerto. Saya menyarankan agar ada upaya penjemputan di Batam terhadap delapan orang itu," ujarnya lagi.

Edy Santosa menambahkan saat diinterogasi, EL menginformasikan ada delapan remaja putri yang berasal dari Banyumas, Purbalingga dan Cilacap yang masih disekap di Batam. Edy mengaku sudah melakukan koordinasi untuk upaya penjemputan terhadap delapan remaja putri tersebut dengan Dinsos Banyumas, KPAI Purwokerto dan Polres.

Katanya lagi, berbekal keterangan EL, pihaknya sudah mendapat nama dan asal korban. Rapat koordinasi hari ini, kata dia, akan ditindaklanjuti secepatnya agar kedelapan anak yang masih tersekap bisa segera diselamatkan. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Kontras Surabaya Desak Polisi Tangkap Pelaku Rasisme di Asrama Mahasiswa Papua