Bagikan:

Jemaah Syiah Sampang Tolak Capres Intoleran

KBR, Jakarta - Puluhan jemaah Syiah Sampang yang kini menetap di Rumah Susun Sidoarjo, Madura, Jawa Timur mengaku belum menjatuhkan pilihan kepada salah satu pasangan Capres-Cawapres.

NUSANTARA | BERITA

Rabu, 21 Mei 2014 15:16 WIB

Jemaah Syiah Sampang Tolak Capres Intoleran

syiah, sampang, capres

KBR, Jakarta - Puluhan jemaah Syiah Sampang yang kini menetap di Rumah Susun Sidoarjo, Madura, Jawa Timur mengaku belum menjatuhkan pilihan kepada salah satu pasangan Capres-Cawapres yang akan maju pada Pilpres Juli mendatang.

Pemimpin Syiah Sampang Iklil Almilal mengatakan akan mengkaji dulu visi misi kedua pasangan tersebut sebelum memilih. Visi misi itu mereka pelajari melalui berbagai media yang menayangkan program mereka.

Namun, menurutnya pilihan jemaah Syiah Sampang akan jatuh pada Capres-Cawapres yang berkomitmen untuk menuntaskan masalah intoleransi yang mereka alami.

"Kita lihat dulu apa visi misi mereka juga. Dan dari dukungan pilihan masyarakat kami juga mengikuti hati nurani siapa yang kami pilih. Tapi kami juga harus mencari mana yang memang dari dua kandidat ini yang memang ingin Indonesia ini damai. Semua warga negara harus mendapat haknya, keadilan buat warga negara," kata Iklil Almilal kepada KBR, Rabu, (21/5).

Sebelumnya, sebanyak 68 keluarga Syiah Sampang, Madura, Jawa Timur terpaksa tinggal di rumah susun Sidoarjo. Puluhan keluarga itu mengungsi akibat pemukiman mereka di dusun Nangkernang dirusak dan dibakar kelompok intoleran tahun 2013 lalu.

Berbagai upaya dari berbagai pihak telah dilakukan untuk bisa memulangkan mereka  namun hingga kini mereka tetap belum bisa pulang ke kampung halamannya.
 

Editor: Luviana

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Upaya Pemerintah Mengatasi KLB Polio