Bagikan:

Satgas Damai Cartenz Tembak Anggota Kelompok Bersenjata

Ali merupakan anggota kelompok bersenjata pimpinan Numbuk Telenggen.

NUSANTARA

Selasa, 05 Apr 2022 14:32 WIB

Satgas Damai Cartenz Tembak Anggota Kelompok Bersenjata

Ilustrasi: Aparat gabungan TNI/Polri saat tengah memburu kelompok bersenjata di Kabupaten Puncak, Papua, 12 Juli 2021. (Humas Polri)

KBR, Jayapura- Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Damai Cartenz menembak mati seorang anggota kelompok bersenjata di wilayah Kabupaten Puncak, Minggu, 3 Maret 2022.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Papua, Faizal Ramadhani menyatakan anggota kelompok bersenjata yang ditembak di Ilaga, Distrik Ilaga, itu bernama Ali Teu Kogoya.

Kata dia, Ali merupakan anggota kelompok bersenjata pimpinan Numbuk Telenggen. Ali Kogoya ditembak, karena menembaki aparat keamanan saat akan ditangkap.

"Rekan rekan dari Satgas Gakkum Damai Cartenz melakukan pemetaan, pada saat itu bertemu langsung dengan tersangka ini. Terjadi kontak tembak dan akhirnya tersangka tersebut dilumpuhkan. Yang bersangkutan pasukan dari kelompok Numbuk Telenggen," kata Faizal Ramadhani, Selasa (5/4/2022).

Baca juga:

Direskrimum Polda Papua, Faizal Ramadhani mengatakan dari tangan Ali Kogoya Satgas Damai Cartenz menyita sepucuk senjata api laras pendek, jenis FN 45.

Kini Polda Papua sedang menyelidiki nomor seri senjata api tersebut. Apakah senjata itu ada dalam basis data barang yang dicari kepolisian.

Polisi juga sedang medalami rekam jejak Ali Kogoya dalam berbagai kasus penembakan, dan kekerasan di wilayah Kabupaten Puncak. Itu karena Ali merupakan anggota kelompok bersenjata pimpinan Numbuk Telenggen.

Sebab, selama ini kelompok Numbuk Telenggen telah melakukan berbagai penembakan dan kekerasan terhadap aparat keamanan juga warga sipil di wilayah Puncak.

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?