Khawatir Seperti India, Gubernur Ganjar Minta Warga Jateng Tak Mudik

"Jutaan orang akan pulang, terbayangkan nggak kemarin yang kejadian di India? Mengerikan lho."

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 28 Apr 2021 21:14 WIB

Author

Heru Haetami, Anindya Putri

Khawatir Seperti India, Gubernur Ganjar Minta Warga Jateng Tak Mudik

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di RSUD Salatiga, Rabu (17/3/2021). (Foto: ANTARA/Aloysius Jarot)

KBR, Jakarta - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta warganya yang berada di perantauan tidak melakukan mudik lebaran tahun ini.

Ganjar khawatir pergerakan orang mudik mengakibatkan lonjakan kasus seperti yang terjadi di India.

"Jutaan orang akan pulang, terbayangkan nggak kemarin yang kejadian di India? Mengerikan lho. Dia itu bagus bisa turun dan kita tiru. Model mikro zonasi itu kita meniru India. Tapi begitu dua kejadian, yaitu satu politik dan dua kegiatan keagamaan, masyarakat ada di situ, hari ini meroket grafiknya. Tinggi lagi yang ada di India," kata Ganjar dalam diskusi daring, Rabu (28/4/2021).

Ganjar mengajak warganya untuk menahan diri dan menyarankan bersilaturahmi hari raya secara virtual.

Ganjar juga menyebut ledakan kasus baru di India memberikan dampak bagi Indonesia. Salah satunya program vaksinasi yang terganggu akibat stok vaksin global tertahan di India.

"Vaksinasi kita yang seharusnya sudah dapat lebih banyak tertahan di India, nggak bisa keluar," katanya

Mudik aglomerasi

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan tengah menyiapkan skema mengatur batasan mudik Lebaran 2021 untuk wilayah aglomerasi atau wilayah yang berdekatan di Jawa Tengah.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini tengah berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah lantaran di setiap perbatasan daerah bersinggungan dengan daerah lain.

"Nanti kepolisian yang akan mengatur batasnya, karena pasti ada bersinggungan dengan beberapa tempat yang lain. Sehingga kalau aglomeris itu ada penentuan satu regional. Apakah itu eks karisidenan di pemerintahnya, apakah daerah tertentu yang berhubungan? Maka nanti dari Ditlantas membantu. Karena nanti perbatasannya di empat kabupaten/kota," kata Ganjar, di Semarang, Selasa (27/4/2021).

Menurut Ganjar, terkait dengan aglomerasi pembatasan akan dibuat untuk empat daerah kabupaten/kota. Selain itu, Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan skema perjalanan bagi warga yang berada di luar wilayah aglomerasi.

"Karena ada juga warga yang bekerja dan keluar masuk di daerah itu, juga tidak bisa dilarang," katanya.

Ganjar berharap, dengan adanya aturan batasan aglomeris tidak akan menghentikan mobilitas perekonomian dan mampu menekan adanya kerumunan mudik Lebaran, agar tak terjadi penularan Covid-19.

"Kita matangkan betul ini, supaya perekonomian juga tidak lumpuh," kata Ganjar.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 7

Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19 Klaster Idulfitri

Alokasi Bijak THR Masa Pandemi

Atasi Duka Sepeninggal Orang Tersayang