Faktor Penyebab Durian di Banyumas Gagal Berbuah Tahun Ini

“Tahun ini, itu hampir 80 persen gagal."

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 06 Apr 2021 08:12 WIB

Author

Muhamad Ridlo Susanto

Faktor Penyebab Durian di Banyumas Gagal Berbuah Tahun Ini

Buah durian muda di Perkebunan Durian di Desa Limbangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada musim buah Januari 2020. (Foto: KBR/Muhamad Ridlo)

KBR, Kebumen– Sebagian besar pohon durian dewasa di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, gagal berbuah pada tahun ini. Pohon-pohon tersebut mengalami gugur bunga. Selain itu, buah muda rontok atau buah sampai tua namun berasa hambar.

Ketua Kelompok Tani Durian Maju Makmur, Desa Alas Malang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Hasan Susanto mengatakan faktor pertama adalah cuaca.

Kata dia, sebagian besar petani di Indonesia, termasuk di Banyumas, masih sangat tergantung kepada cuaca. Saat curah hujan tinggi, maka pembuahan durian hampir dipastikan gagal.

Cuaca ekstrem melanda Indonesia pada akhir 2020 dan awal 2021, persis ketika durian sedang fase berbunga dan buah muda.

Namun menurutnya, faktor dominan penyebab utama kegagalan pembuahan adalah perawatan pohon durian yang masih menggunakan pola lama.

Padahal, aplikasi beberapa pupuk dan rekayasa alat pengatur air yang tepat bisa membuat pohon tetap berbuah baik, meski kondisi cuaca buruk. Dan itu terbukti pada sejumlah pohon yang dirawat dengan prosedur standar operasional (SOP) pembuahan durian.

“Tahun ini, itu buah itu, hampir 80 persen gagal. Karena, masih menggunakan pola yang lama, yaitu kurangnya pemahaman terhadap perawatan pohon durian, pupuk apa yang diperlukan saat pembuahan durian itu dan seterusnya. Nah, untuk mengedukasi hal itu, memang kan bukan hal mudah,” kata Hasan Susanto kepada KBR, Senin (05/04/2021).

Hasan Susanto menambahkan, Kelompok Tani Maju Makmur telah bekerja sama dengan Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu) Tropika Kementerian Pertanian. Kerja sama itu meliputi perawatan intensif pohon durian sebagai barometer pembuahan.

Dia berharap dari proyek percontohan ini, petani bisa diedukasi dan turut mengaplikasikan SOP perawatan pohon agar durian bisa berporduksi stabil tiap musim.

Editor: Sindu Dharmawan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

'Kiat Membuat Quality Time Bareng Keluarga'

Kabar Baru Jam 7

Sekolah Tatap Muka Mesti Diawasi

Kabar Baru Jam 8

Vaksinasi Covid-19 saat Berpuasa