Terlibat Narkoba, Anggota TNI Karanganyar Ditahan

Komandan Denpom 4/IV Surakarta, Tri Cahyo, mengatakan anggota TNI tersebut masih menjalani pemeriksaan

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 27 Apr 2016 10:38 WIB

Author

Yudha Satriawan

Terlibat Narkoba, Anggota TNI Karanganyar Ditahan

TNI jalani tes Narkoba dari BNN Jateng. Foto: Yudha Satriawan

KBR, Solo- Detasemen Polisi Militer DENPOM 4/IV Surakarta menahan seorang anggota TNI yang terlibat jaringan narkoba. Komandan Denpom 4/IV Surakarta, Tri Cahyo, mengatakan anggota TNI tersebut masih menjalani pemeriksaan. Menurut Tri Cahyo, berkas kasusnya akan segera dilimpahkan ke pengadilan militer.

“Anggota TNI dari Koramil di Karanganyar yang terlibat narkoba masih kita proses di sini. Sudah perpanjangan penahanan sementaranya sudah. Untuk pengembangannya sudah perpanjangan juga waktunya, orangnya masih kita tahan di Denpom ini. Masih ada di dalam jeruji besi. Mungkin dalam waktu dekat, berkasnya segera kita limpahkan ke oditur militer. Positif narkoba kasusnya. Iya. Dia menggunakan narkoba,” jelasnya.

Anggota TNI yang terlibat Narkoba tersebut ditangkap akhir bulan lalu berasal dari Koramil Tawangmangu, Karanganyar. Ia berstatus sebagai Bintara Pembina Desa atau Babinsa. Anggota TNI tersebut berpangkat Sersan dan setelah dites urine, positif narkoba jenis sabu-sabu. Selain itu, 3 anggota TNI dari koramil setempat mendapat sanksi indisipliner karena dianggap menutupi tindakan rekannya tersebut.

Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jateng kemarin menggelar tes urine di Denpom 4/IV Surakarta. satu per satu anggota TNI dan PNS menjalani tes urine. Tes kemudian diikuti perwakilan dari istri anggota TNI yang juga menjalani tes urine. Dari 80an hanya 50 orang saja orang yang menjalani tes urine tersebut. Tim dari BNP jawa Tengah  menggunakan alat khusus untuk mendeteksi kadar Narkoba di dalam urine. Hasil tes urine menyatakan tidak ada Narkoba di lingkungan DENPOM 4/IV Surakarta.

Editor: Sasmito Madrim

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Keluarkan Biaya Sendiri untuk Visum

Tantangan Dalam Reintegrasi Eks-Napiter dan Orang Yang Terpapar Paham Radikalisme

Kabar Baru Jam 15