Malang Corruption Watch Soroti Anggaran Publikasi Media

Anggaran dari Pemkot Malang ini naik terus setiap tahun.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 04 Mar 2016 12:43 WIB

Author

Zainul Arifin

Malang Corruption Watch Soroti Anggaran Publikasi Media

KBR, Malang – Malang Corruption Watch menuding Pemkot Malang, Jawa Timur, lebih mementingkan pencitraan dibandingkan menambah anggaran untuk pelayanan publik seperti sektor kesehatan. 

Koordinator Badan Pekerja MCW Zainudin mengatakan, hal itu terlihat dari anggaran publikasi media Pemkot Malang yang naik setiap tahun. Pada 2014, MCW mencatat ada dana sekitar Rp 5 miliar yang dialokasikan, naik menjadi Rp 10 miliar pada 2015. Sementara tahun ini, Pemkot Malang mengalokasikan dana sebesar Rp 12 miliar. Sementara itu, anggaran untuk penanganan gizi buruk tahun ini hanya Rp 700 juta. 

“Jadi anggaran itu filosofinya itu adalah uang rakyat, yang harus dikembalikan kepada rakyat. Dengan cara apa, misalnya pemerintah memaksimalkan untuk pelayanan kesehatan yang baik. Bagaimana dana itu tidak habis untuk pencitraan, dana media atau publikasi. Tetapi dimaksimalkan untuk anggaran publik seperti untuk Dinas Pendidikan,” kata Zainuddin, Jumat (4/3/2016). 

Zainudin menambahkan, MCW juga mengkhawatirkan besarnya anggaran untuk publikasi media rawan diselewengkan untuk kampanye terselubung Walikota Malang. Malang akan menyelenggarakan Pemilihan Walikota pada 2018 mendatang. Mochamad Anton, walikota saat ini, tak menutup kemungkinan untuk maju lagi dalam Pemilihan Walikota mendatang. 

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme