covid-19

Lapindo Bantah Gas Bocor Jadi Penyebab Kebakaran di Kedungbanteng, Sidoarjo

Kendati, diakuinya gas yang bocor tersebut berasal dari pipa milik Lapindo.

BERITA | NUSANTARA

Sabtu, 19 Mar 2016 21:55 WIB

Lapindo Bantah Gas Bocor Jadi Penyebab Kebakaran di Kedungbanteng, Sidoarjo

Alat pendeteksi gas Labfor Polda Jatim mengukur kadar gas ketika mengidentifikasi rumah yang terbakar akibat pipa yang bocor di Desa Kedungbanteng, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - PT Lapindo menolak disebut sebagai penyebab kebakaran di rumah warga Kedungbanteng, Tanggulangin, Jawa Timur. Juru bicara Lapindo Hesti Armiwulan mengatakan, peristiwa kebakaran tidak disebabkan oleh gas yang bocor. Kendati, diakuinya gas yang bocor tersebut berasal dari pipa milik Lapindo.

"Jadi kami mengakui bubble kecil-kecil itu, yang muncul di kiri kanan seberang jalan itu memang berasal dari Lapindo. Kami memastikan, karena pagi-pagi keran itu ditutup kemudian bubblenya hilang. Tapi kami mohon bisa dipisahkan, bahwa kebocoran ini, atau perembesan ini tidak boleh disimpulkan menjadi penyebab kebakaran di rumah itu," kata Hesti kepada KBR, (19/3).

Hesti mengatakan, insiden kebakaran dan bocornya pipa gas merupakan dua hal yang berbeda. Kata dia, Lapindo telah melakukan investigasi internal dan menjamin gas tersebut tidak memiliki sifat yang mudah terbakar.

"Tidak mungkin gas yang bubble-bubble kecil itu bisa menimbulkan api. Sifatnya gas lebih rendah dari udara. Yang kedua, pipanya lapindo itu ada di luar rumah bukan di dalam rumah, jaraknya cukup jauh," ujarnya.

Itu sebab, pihak Lapindo bersikeras tak bakal memberikan ganti rugi kepada warga.

Menurut Hesti, hasil investigasi internal tersebut bakal diperiksa langsung oleh SKK Migas dari pusat. Sehingga, sampai saat ini belum ada kesimpulan tentang penyebab bocornya gas.

"SKK akan melakukan pengujian betul tidak apa yang dilaporkan Lapindo," tuturnya.

Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Ramai Cukai Rokok Mau Naik, Apa Kata Pakar dan DPR?