Bagikan:

PVMBG Ingatkan Ancaman Pergerakan Tanah di Jawa Timur

“Pada bulan Februari ini nantinya potensinya akan tinggi, dampak yang paling berat adalah mereka tertimbun tanah. Karena sudah terjadi di setiap lokasi di Indonesia."

NUSANTARA

Kamis, 03 Feb 2022 16:13 WIB

PVMBG Ingatkan Ancaman Pergerakan Tanah di Jawa Timur

ilustrasi bencana tanah longsor

KBR, Banyuwangi - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan sebagian besar wilayah di Jawa Timur, terancam pergerakan tanah.

Kepala Bidang Gerakan Tanah PVMBG, Agus Budianto mengatakan, penyebab pergerakan tanah itu sendiri disebabkan meningkatnya intensitas curah hujan di Februari ini.

“Pada bulan Februari ini nantinya potensinya akan tinggi, dampak yang paling berat adalah mereka tertimbun tanah. Karena sudah terjadi di setiap lokasi di Indonesia. Karena kita bicara gradien kemiringan, maka ketinggian 2 sampai 3 meter saja di daerah dataran akan bermasalah,” katanya saat dikonfirmasi KBR melalui telepon di Banyuwangi, Kamis (3/2/2022).

Agus melanjutkan, dampak yang akan ditimbulkan dari adanya pergerakan tanah itu di antaranya, kerusakan bangunan, rumah, gedung dan infrastuktur jalan putus hingga tanah longsor. 

Sedangkan untuk potensi kerentanan tanah masih beragam, mulai tingkat menengah hingga tinggi, dan tergantung topografi wilayah.

"Potensi keragaman tersebut tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur, baik dataran tinggi maupun dataran rendah," jelas dia.

PVMBG, kata Agus, telah mengeluarkan peta prakiraan wilayah potensi terjadinya gerakan tanah di Jawa Timur pada Februari 2022.

"Masyarakat harus memahami indikator kejadian gerakan tanah. Sebab gerakan tanah merupakan bencana yang bisa diprediksi," pungkas Agus Budianto.

Pilihan Editor:

Sementara itu, Sekretaris BPBD Banyuwangi, Mujito membenarkan potensi terjadinya gerakan tanah di 19 kecamatan tersebut. Saat ini BPBD terus melakukan mitigasi dan sosialisasi kepada masyarakat yang ada di daerah itu.

"Sehingga diharapkan jika ada tanda-tanda terjadinya pergerakan tanah, masyarakat diminta segera menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman," tambahnya.


Editor: Kurniati Syahdan

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Menyongsong Terbitnya Rupiah Digital

Episode 4: Relasi Kuasa: Akar Kekerasan & Pengaturannya Dalam UU TPKS

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Mendorong Vaksinasi Booster untuk Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19 di Akhir Tahun

Most Popular / Trending