Bagikan:

28 Anak Keracunan Jajanan Bernitrogren di Jabar

"Satu bergejala berat dirujuk ke Rumah Sakit Haji Jakarta Timur. Anak yang satu ini hingga dilakukan operasi karena ternyata mengosumsi nitrogen dengan cairan sisanya,”

NUSANTARA

Senin, 09 Jan 2023 11:11 WIB

jajanan bernitrogen

Jajanan bernitrogen di Bandung, Jabar , Jumat (23/12/22). (Medsos/Arofa)

KBR, Bandung- Dinas Kesehatan Jawa Barat menerima laporan sebanyak 28 anak keracunan jajanan yang mengandung gas nitrogen di Tasikmalaya dan Bekasi pada penghujung 2022. 

Jumlah anak yang keracunan itu di antaranya sebanyak 24 anak berasal dari Tasikmalaya. Sebanyak tujuh anak bergejala mengalami keracunan, seorang anak disebutkan perawatannya dilanjutkan di rumah sakit setempat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jawa Barat, Ryan Bayusantika Ristandi, mengatakan setelah diperiksa seluruhnya diperbolehkan pulang.

“Nah untuk di Kota Bekasi ada empat anak yang mengosumsi di periode yang sama. Tiga anak tidak bergejala dan satu bergejala berat dirujuk ke Rumah Sakit Haji Jakarta Timur. Anak yang satu ini hingga dilakukan operasi karena ternyata mengosumsi nitrogen dengan cairan sisanya,” ujar Ryan, Bandung, Senin (09/01/23).

Ryan menuturkan anak itu mengalami sakit perut luar biasa. Berdasarkan hasil pemeriksaan mengalami kebocoran di lambung. Kata dia, anak berusia empat tahun tersebut dinyatakan sembuh dan dapat pulang usai menjalani perawatan.

Menurut Ryan, bahaya mengonsumsi jajanan bernitrogen ini berbahaya dalam kadar tertentu. Hal ini terbukti dengan adanya anak yang mengalami kebocoran lambung.

“Jadi lambungnya ada luka dan akhirnya terjadi peradangan di sekitar ususnya. Jadi zat nitrogen ini ternyata membahayakan dikonsumsi dalam jumlah banyak,” kata Ryan.

Baca juga:
Kaleisdokop Kesehatan 2022: Ratusan Anak Meninggal Akibat Penyakit Ginjal Akut

Masa Ramadan, BPOM Temukan Pangan Kedaluwarsa dan Takjil Berformalin


Ryan menjelaskan belum ditemukan bahaya nitrogen menyerang organ lain, selain membahayakan lambung dan usus. Dampak jajanan bernitrogen ini terhadap kondisi tubuh, dijelaskan Ryan didukung pula dengan kondisi kesehatan dan daya tahan tubuh.

Kata dia, kemungkinan besar anak yang harus menjalani perawatan medis intensif belum diisi makanan dan berlebih mengosumsinya.

“Terbukti dari 28 anak yang mengosumsi dalam periode yang sama, itu hanya satu yang mengalami kondisi berat sampai menimbulkan gejala,” ucap Ryan.

Ryan mengimbau kepada seluruh kelompok masyarakat agar menghindari mengosumsi jajanan bernitrogen hingga terbukti tidak menimbulkan efek samping.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Gamophobia Bikin Sulit Jalin Hubungan

Kabar Baru Jam 7

Benarkah Proyek Food Estate Gagal?

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Most Popular / Trending