Tiga Bupati Sepakat Selesaikan Konflik Antarwarga di Jayawijaya

Kedua kubu juga menyatakan ingin berdamai.

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 12 Jan 2022 16:44 WIB

Bentrok antarwarga di Papua.

Pasukan gabungan TNI Polri membantu meredam bentrok antarwarga di Kabupaten Jayawijaya. (Foto: ANTARA Papua/HO Pendam XVII/Cenderawasih)

KBR, Jayapura- Tiga bupati di kawasan Pegunungan Tengah Papua sepakat untuk secepatnya menyelesaikan konflik antarwarga Nduga dan Lanny Jaya di Kabupaten Jayawijaya.

Ketiga kepala daerah itu, yakni Bupati Lanny Jaya Befa Jigibom, Bupati Nduga Wentius Nimiangge, dan Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua.

Bupati Lanny Jaya, Befa Jigibalom mengatakan ia bersama dua bupati lain telah bertemu kedua kelompok warga yang berkonflik. Menurutnya, kedua kubu juga menyatakan ingin berdamai.

Namun, warga Nduga menyatakan bakal terlebih dahulu membicarakan rencana perdamaian itu. Sedangkan warga Lanny Jaya yang diduga pihak pimicu masalah atau pelaku, menyatakan kesediaan mereka untuk berdamai kapan saja.

"Kami semua mau cepat selesai, karena kita harus sepakat Jayawijaya ini bukan tempat untuk kita berperang. Ini pusat pendidikan, pusat ekonomi di pegunungan yang harus kita jaga bersama. Kami harap keluarga kedua pihak, mau dan bertekad menyelesaikan masalah ini secepatnya," kata Befa Jigibalom, Rabu (12/1/2022).

Bupati Lanny Jaya, Befa Jigibalom menilai terciptanya perdamaian di sana ditentukan dua kelompok warga yang bertikai. Karena itu, ia yakin, kedua pihak akan secepatnya bersepakat damai. Sebab, ketiga kepala daerah, terutama ia sebagai bupati Lanny Jaya dan bupati Nduga terus melakukan pendekatan kepada masing masing warga.

"Keluarga besar (suku) Lanny mereka prinsipnya sebagai pelaku, kapan saja ketika mereka yang korban dari suku Nduga mau menyelesaikan, mereka (Suku Lanny) siap. Kapan saja bisa berdamai," ucap Befa Jigibalom.

Baca juga:

Menutup Akses

Sementara itu, Bupati Kabupaten Nduga, Wentius Nimiangge meminta aparat keamanan mencegah kembali terjadinya bentrok kedua kelompok warga.

Menurutnya, aparat keamanan mesti menghalau bentrok, agar tidak berkelanjutan hingga ada titik temu penyelesaian pertikaian itu.

"Aparat bisa lebih tegas menutup akses-akses yang digunakan warga untuk melakukan penyerangan sehingga upaya untuk meredam konflik bisa berlangsung dengan baik,” kata Wentius Nimiangge.

Editor: Sindu

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Membuat Minyak Goreng di Satu Harga