Bagikan:

Dinsos Banyumas Minta Pemasok Beras Bansos Jaga Kualitas

Pada awal Januari, beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menjadi sorotan lantaran berkualitas buruk.

NUSANTARA

Kamis, 27 Jan 2022 13:03 WIB

Beras BPNT di Banyumas berbau apek

Ilustrasi warga menerima beras bantuan sosial.

KBR, Banyumas- Dinas Sosial Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah meminta seluruh pemasok atau supplier bantuan sosial menjaga kualitas beras pada periode Februari nanti.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banyumas, Widarso beralasan, pada awal Januari, beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menjadi sorotan lantaran berkualitas buruk. Kata dia, dinas sosial menemukan beras berbau apek di sejumlah kecamatan.

Ia meminta para pemasok menyediakan beras berkualitas meski dalam posisi stok minim. Hal ini sesuai aturan, bahwa E-Warong dan supplier harus tunduk regulasi dengan memberikan bahan terbaik untuk masyarakat dalam kondisi apa pun.

"Sekarang ini, memang hampir secara nasional. Kita informasi harga beras naik itu, umumnya, rata-rata itu di bulan Januari. Jadi musim hujan itu dimulai Oktober. November, Desember, ini baru mulai panen," kata Widarso, Rabu (26/01/2022).

Baca juga:

Menurutnya, Januari dan Februari adalah periode paceklik atau masa sulit. Pasalnya, secara nasional pada Januari belum ada panen Masa Tanam Pertama (MT-1). Akibatnya, harga beras naik dan bisa saja terjadi kelangkaan.

Karena itu, periode Januari dan Februari adalah waktu di mana bantuan beras dan bahan pangan lain sangat penting untuk masyarakat kurang mampu.

"Jadi dalam istilah Jawa ini dinamakan musim paceklik. Sebetulnya sih, pas sekali ada bantuan beras. Cuma masalahnya itu, para supplier itu, mungkin pernah melakukan stok,” kata Widarso.

Widarso menambahkan, berdasar klarifikasi di lapangan, buruknya kualitas beras yang didistribusikan awal Januari ini lantaran minimnya stok di tingkat supplier.

Sebab, pada Desember tahun lalu, ada tiga kali realisasi bansos pangan, sehingga kebutuhan beras untuk bansos meningkat, namun tidak diimbangi kecepatan pemenuhan stok yang cukup.

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Catatan untuk TNI

Most Popular / Trending