Baasyir Bebas, Keluarga Siap Dampingi Cegah Paham Ekstrem

"Apapun pemikiran yang tidak benar, baik itu karena berlebih-lebihan, karena ekstremisme, apapun namanya ISIS atau tidak ISIS semampunya dari pihak keluarga untuk meluruskan,"

NUSANTARA | NUSANTARA

Jumat, 08 Jan 2021 18:31 WIB

Author

Yudha Satriawan

Baasyir Bebas, Keluarga Siap Dampingi Cegah Paham Ekstrem

Anak Baasyir, Abdul Rohim (tengah,baju biru), memberikan keterangan pers usai Baasyir tiba di Ponpes Ngruki Sukoharjo, Jumat (8/1). (KBR/Yudha Satriawan)

KBR, Solo- Keluarga akan berupaya mencegah Abu Bakar Baasyir dari paham radikalisme dan ekstrimisme. Juru bicara keluarga Baasyir, Abdul Rohim, mengatakan keluarga akan terus mendampingi Baasyir. Saat ini, jelas Iim, keluarga fokus pada kesehatan Abu Bakar Baasyir.

"Pada prinsipnya, apapun pemikiran yang tidak benar, baik itu karena berlebih-lebihan, karena ekstremisme, apapun namanya ISIS atau tidak ISIS semampunya dari pihak keluarga untuk meluruskan," ujar Abdul Rohim anak Abu Bakar Baasyir kepada wartawan, Jumat (08/01).

Lebih lanjut Iim mengungkapkan Baasyir sudah sampai di Ponpes Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo dalam keadaan sehat. Keluarga, tegas Iim, juga akan membatasi kunjungan tamu demi kesehatan Baasyir yang berusia 84 tahun ini.

Abu Bakar Baasyir dijemput keluarganya saat bebas murni Jumat pagi dari Lapas Gunung Sindur Bogor, Jawa Barat. Perjalanan dari Lapas menuju Ponpes Ngruki sekitar 8 jam melalui jalur darat.

Mobil putih yang ditumpangi Baasyir tiba dengan dikawal rombongan keluarga dan Tim Pengacara Muslim, mobil ambulans, dan sebuah bus. Baasyir tiba di ponpes hampir pukul 14 siang tadi. Baasyir dan rombongan langsung masuk kompleks ponpes melalui gerbang pintu utara dengan deretan pengamanan dari personil ponpes. Baasyir memakai kursi roda sempat menyapa jurnalis dari kejauhan.

Sebelumnya Mabes Polri menyatakan bakal terus mengawasi pergerakan Abu Bakar Ba'asyir usai bebas. Terpidana kasus terorisme itu bebas pada Jumat ini, usai menjalani hukuman 15 tahun penjara remisi 55 bulan.

Juru bicara Mabes Polri Ahmad Ramadhan mengatakan, pengawasan akan dilakukan oleh bagian intelijen Polri.

"Sebenarnya bukan (pemantauan) khusus. Jadi sifatnya setiap orang akan dilakukan pemantauan. Jadi bukan khusus terhadap Abu Bakar Ba'asyir. Kita akan jajaran intelijen yang terus mengawasi orang-orang yang pernah melakukan tindak pidana, tindak pidana apa pun," kata Ramadhan di Mabes Polri, Senin (4/1/2021).

Abu Bakar Baasyir merupakan narapidana kasus terorisme. Pada 2011, ia dinyatakan bersalah dan terbukti merencanakan serta menggalang dana untuk pembiayaan pelatihan militer di Aceh.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Melimpah Limbah Medis

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11