Isu Palu Arit Tidak Pengaruhi Minat Warga Solo Tukarkan Uang Keluaran Baru

"Ini kita malah mau menambah stok uang emisi baru lagi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sudah banyak yang kita distribusikan, sekitar Rp3 milyar."

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 18 Jan 2017 13:01 WIB

Author

Yudha Satriawan

Isu Palu Arit Tidak Pengaruhi Minat Warga Solo Tukarkan Uang Keluaran Baru

Seorang warga dengan gembira memperlihatkan uang kertas baru emisi 2016, yang baru diperolehnya dari mobil tempat penukaran uang di Solo, Jawa Tengah. (Foto: Yudha Satriawan)


KBR, Solo - Bank Indonesia Perwakilan Solo mengklaim isu palu arit atau logo mirip simbol PKI tidak mempengaruhi minat warga untuk menukarkan uang mereka dengan uang baru emisi (produksi) 2016.

Kepala Perwakilan BI Solo, Bandoe Widiarto mengatakan persediaan uang emisi baru sebanyak milyaran rupiah sudah didistribusikan ke masyarakat. Bandoe menambahkan, BI juga terus melakukan sosialisasi termasuk bukti bahwa logo BI di uang emisi baru bukan simbol PKI seperti yang tersebar di media sosial.

"Sejauh ini tidak ada pengaruh minat masyarakat menukarkan uang emisi baru dengan isu di media sosial tentang logo BI rectoverso, yang dianggap mirip logo organisasi terlarang di Indonesia. Nggak ada pengaruhnya," kata Bandoe Widiarto.

"Ini kita malah mau menambah stok uang emisi baru lagi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sudah banyak yang kita distribusikan, sekitar Rp3 milyar. Itu untuk wilayah Solo. Ini akan kita terus didistribusikan melalui jalur perbankan, kantor Bank Indonesia Solo maupun mobil kas keliling. Nggak ada pengaruhnya," tambah Bandoe.

Pada akhir 2016, Bank Indonesia mengeluarkan uang baru emisi (keluaran) baru 2016. Uang baru itu terdiri dari nominal uang kartal mulai dari pecahan Rp1000, Rp2000, Rp5 ribu, Rp10 ribu, Rp20 ribu, Rp50 ribu dan Rp100 ribu. Selain itu BI juga mengeluarkan empat uang logam baru.

Meski begitu penerbitan uang baru itu mendapat kritik dan sorotan dari kelompok tertentu. Kelompok itu 'menyerang' uang baru karena logo BI rectoverso (gambar saling mengisi antarmuka depan dan belakang) yang disebu mirip logo PKI.

Selain itu juga ada kelompok protes karena gambar pahlawan nasional di uang kertas itu tidak seperti yang mereka harapkan. Diantaranya gambar pahlawan kemerdekaan Cut Meutia diprotes karena tidak ditampilkan dengan mengenakan jilbab. Kelompok ini juga mempertanyakan tampilnya pahlawan nasional dari Biak Papua, Frans Kaisiepo di uang kertas baru.

Kasus uang emisi baru ini berlanjut ke ranah hukum. Bank Indonesia melaporkan sejumlah tokoh ormas ke Polisi terkait statemen mereka yang menyebut logo rectoverso BI di uang emisi baru mirip simbol PKI.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN