covid-19

Boyolali Berikan KTP Sementara Bagi Pengikut Gafatar

KTP diberikan bagi yang tidak memiliki kartu identitas atau bukti kependudukan.

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 26 Jan 2016 16:18 WIB

Boyolali Berikan KTP Sementara Bagi Pengikut Gafatar

Pemkab Boyolali buatkan KTP sementara untuk pengikut Gafatar yang baru dipulangkan dari Kalimantan Barat. (Foto: KBR/Yudha S.)

KBR,Solo- Pemerintah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah berikat kartu identitas sementara bagi anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Pasalnya kata Juru bicara Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat, Yuningtyas Tusara Wardani  dari 354 an orang yang ditampung di asrama haji   masih banyak yang minim keterangan atau bukti kependudukan.

Menurut Tyas, Pemkab Boyolali akan memberikan kartu sementara sebagai warga Boyolali. Kartu diberikan bagi  pangikut  Gafatar yang   tidak memiliki kartu identitas atau bukti kependudukan.

“Mereka menjalani pemeriksaan biometrik berupa sidik jari dan pemeriksaan iris mata. Jika mereka dahulu pernah melakukan perekaman e-KTP di daerah asal, maka  data kependudukan mereka muncul di database. Itu akan kita catat sesuai datanya, kemudian akan kita buatkan surat keterangan bahwa ini surat pengantar untuk ke daerah asal," ujar  Juru bicara Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Boyolali, Yuningtyas Tusara Wardani, Selasa (26/01/2016).

Tyas melanjutkan, "kalau memang yang belum melakukan perekaman data KTP elektronik, mereka akan kita jadikan penduduk Boyolali untuk sementara. Kita berikan NIK juga NIK sebagai warga Boyolali. Setelah jadi nanti KK-nya kita terbitkan SKPWNI (Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia)  langsung ke daerah asal mereka. Jadi ini untuk mempermudah saja, data kependudukannya dan mereka punya identitas resmi."

Sekitar 354 pengikut eks gafatar yang dipulangkan dari Pontianak Kalimantan Barat tiba di asrama haji Donohudan Boyolali, Senin petang kemarin. Ratusan orang ini melalui jalur laut berlabuh di pelabuhan Tanjung Mas Semarang.

Mereka langsung didata ulang dan menjalani pemeriksaan kependudukan berupa cek KTP. Deretan mobil pembuatan KTP online tersedia di lokasi ini. Warga yang ditampung di asrama haji tersebut tampak mengantri untuk melakukan pas foto, sidik jari, rekam biometrik atau rekam data mata. Petugas hanya mendapat pengakuan lisan asal daerah masing-masing warga, antara lain Bengkulu, Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, Bekasi, tanpa menyebutkan detail alamatnya.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NUSANTARA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7